ilustrasi

batampos.co.id – Merasa tertekaan dan tidak tahan atas prilaku tantenya yang sering melontarkan kata-kata kasar, seorang gadis berusia 19 tahun memilih kabur dari rumah tantenya di Perumahan Tiban Kencana, Selasa (11/4) lalu.

“Korban ini, baru dua minggu tinggal di Batam dan tinggal di rumah tantenya. Karena dia masih baru di Batam, dia belum kenal siapa-siapa di Batam ini. Selama di Batam, korban mengaku bahwa ia sering memakinya,” ujar Kapolsek Sekupang Kompol Fery Afrizon.

Dijelaskan Feri, kronologis kaburnya Merliana dari rumah tantenya bermula pada saat Merliana ditinggal sendiri oleh tante dan pamannya untuk berjualan ayam penyet. Namun, sepulangnya mereka berjualan, Merliana sudah tidak berada di rumah. Saat itu, pintu rumah mereka dalam keadaan terkunci.

Karena merasa kawatir, paman korban, Wahyu berupaya untuk mencari korban hingga Kamis (13/4). Namun, upaya pencarian selama dua hari itu tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya Wahyu melaporkan hilangnya Merliana ke Polsek Sekupang.

“Pamannya ini baru melapor dua hari setelah kehilangan atau hari Kamis tanggal 13 April 2017,” katanya.

Dilanjutkan oleh Feri, setelah mendapatkan laporan kehilangan itu, kemudian dilakukan penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Sekupang. Dari hasil penyelidikan itu, diketahui bahwa Merliana dengan seorang penjual jus, Reni.

“Dari keterangan penjual jus ini, Merliana sempat menginap selama satu hari di rumahnya. Setelah sehari disana, Merliana di jemput oleh kerabat dari ibunya,” katanya.

Setelah lima hari korban menghilang, akhirnya korban dapat ditemukan oleh jajaran Polsek Sekupang di Perumahan Devin. Di rumah itu, Merliana tinggal bersama kerabat dari ibunya selama empat hari.

“Korban kami bawa ke Polsek untuk dimintai keterangan dan selanjutnya kami kembalikan kepada keluarganya,” imbuhnya. (cr1)

Respon Anda?

komentar