batampos.co.id – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan segera bukan kantor cabang di Ranai. Menggandeng PT Pelindo dan anak perusahaannya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan barang penting di Natuna dengan harga yang relatif lebih murah dari saat ini.

Kasi perdagangan dalam negeri Dinas Perindustrian, perdagangan koperasi usaha mikro Pemkab Natuna Rizal Alamsyah mengatakan, dibukanya kantor cabang BUMN ini harga kebutuhan pokok dan barang penting di Ranai dan sekitarnya bakal terus menyamai harga di Jakarta.

Rencana ini katanya, akan direalisasi untuk mengimbangi perbedaan harga di Ranai dengan program rumah kita. Selama ini masih terpusat di gudang Selat Lampa. Karena dapat permudah akses pendistribusian masyarakat di pulau-pulau, seperti Pulau Tiga, Pulau Laut, Sedanau, Pulau Midai, Pulau Subi dan Pulau Serasan.

“Lewat kapal Tol Laut, BUMN akan buka kantor cabangnya di Ranai. Tentu dengan menggandeng anak perusahaan PT Pelindo, untuk memasok berbagai kebutuhan masyarakat,” kata Rizal, Selasa (18/4).

Dalam program rumah kita ini kata Rizal, BUMN gandeng PT Pelni Mart untuk memasok barang seperti produk uniliver serta besi.

Tidak hanya itu, BUMN juga gandengan PT Semen Padang untuk pasok semen ke Natuna. Dan PT Multi Terminal Indonesia, bagian distribusi logistik dan gudang. Untuk saat ini, dari PT Rajawali Nusantara Indonesia sudah memasok beras, gula, tepung dan minyak goreng.

“Komoditi ini dipastikan aman untuk menjelang bulan puasa. Paling yang sering kosong itu adalah telur, itu karena pembeliannya tidak dalam jumlah banyak, dan disebabkan faktor keterlambatan pengiriman kapal karena cuaca dan bongkar muat di pelabuhan,” sebut Rizal.

Dikatakan Rizal, menyambut bulan puasa ini pihak melakukan evaluasi terkait situasi kebutuhan pokok dan barang penting rutin setiap bulan disetiap Kecamatan.

Berdasarkan kebutuhan sembako seperti beras, dalam asumsi kebutuhan per kepala keluarga dan per jiwa mencapai 750 ton per bulan. Gula mencapai 77 ton per bulan, minyak goreng 69 ton per bulan, telur 57,8 ton per bulan.

“Memang ada beberapa komoditi, masih menggunakan kapal swasta. Tetapi dengan adanya program rumah kita dari BUMN, bisa terjadinya persaingan harga. Misalnya harga semen sekarang kisaran Rp 80 ribu per sak, bisa Rp 75 ribu per sak,” ujar Rizal.

BUMN ini juga sambungnya, membantu masyarakat memasarkan komoditi lokal, baik perikanan, perkebunan dan pertanian. Karena dari Natuna ke Tanjungperiok, muatan kapal kapasitas 3.000 ton kosong.(arn)

Respon Anda?

komentar