Jaksa Sempat Beri Tenggat Waktu Dua Tahun ke Irwan

382
Salah satu rumah warga suku Duane yang tidak selesai dikerjakan dan berujung dijeratnya Irwan, pelaksana pembangunan rumah suku Duane sekaligus ASN di kantor kelurahan Tanjungbatu sebagai tersangka. F. Imam/batampos.

batampos.co.id – Sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan rumah suku Duane, ASN Kantor Lurah Tanjungbatu, Irwan pernah diberikan tenggat waktu oleh kejaksaan untuk menyelesaikan pengerjaan rumah tersebut selama dua tahun.

Pemberian tenggat waktu ke Irwan tersebut agar belanja hibah dapat dipertanggungjawabkan. Nyatanya Irwan tak dapat menyelesaikan pengerjaan 75 unit rumah tersebut. Masih ada 20 unit rumah lagi yang belum dikerjakan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Karimun di Tanjungbatu Filpan FD Laia, Selasa (18/4).

Penetapan Irwan sebagai tersangka sendiri berawal pada tahun 2015 lalu. Pihak Cabjari Kundur mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada pembangunan sejumlah rumah yang tidak selesai dikerjakan oleh penerima hibah.

Lantaran sudah dua kali diimbau, maka tanggal 19 Januari 2017 diterbitkan surat perintah penyelidikan. Dan diperpanjang hingga 15 Februari. Selanjutanya, tanggal 5 Maret, dilakukan ekspos perkara tingkat Cabjari, Kajari, dan Kajati.

“Kami dapati bahwa adanya bukti permulaan yang cukup, maka pada 5 April kasus ini kami tingkatkan ke penyidikan. Selanjutnya kita kumpulkan alat bukti untuk menentukan tersangka Irwan. Akhirnya pada Kamis (13/4), kita tetapkan Irwan sebagai tersangka kasus bantuan hibah pembangunan rumah suku Duane,” beber Filpan. (ims)

Respon Anda?

komentar