Seorang ibu menjaga stan bazar Kecamatan Durai sedang menyajikan Lendot makanan khas melayu yang menjadi favorit dan incaran pengunjung di MTQ ke-IX Karimun.

batampos.co.id – Ada hal lain di hari ketiga pelaksanaan MTQ IX tingkat Kabupaten Karimun, yang jadi pusat perhatian pengunjung selain perlombaan empat cabang oleh qori dan qoriah yang bertanding.

Perhatian pengunjung juga lebih besar pada stand bazar yang tersedia di area MTQ. Para pengunjung menyerbu stan aneka makanan dan pakaian yang dijajakan distan bazar. Apalagi stan bazar Kecamatan Durai yang menjajakan makanan khas Melayu, lendot. Banyak pengunjung yang menyukai makanan ini.

”Alhamdulillah, dari mulai pembukaan sampai sekarang pengunjung ke stand bazar Kecamatan Durai mencapai 300 orang. Rata-rata kaum hawa yang ingin mencicipi lendot maupun kuliner lainnya khas Melayu,” kata Camat Durai Agung Jati Kusuma, Selasa (18/4).

Salah seorang pengunjung MTQ Santi, mengungkapkan masakan lendot dari Durai sangat berbeda dengan lendot lainnya. ”Enak pas di lidah bang. Pas dibuka wanginya terasa mengoda rasa ingin mencicipi,” ucapnya sambil mencicipi lendot.

Stand bazar Kecamatan Durai menyajikan 27 produk makanan dan kerajinan tangan yang dikerjakan oleh para kaum ibu-ibu rumah tangga. Seperti tikar yang terbuat dari daun pandan, rotan, lekar dan sebagainya. Sedangkan, makanan lendot, belaca khas Durai, pais seperti pepes udang dan sebagainya.

“Kalau omzet kita per hari bisa mencapai kurang lebih Rp1,5 juta. Paling banyak mereka, berburu kuliner ada yang makan di tempat maupun dibungkus untuk dibawa pulang,” tuturnya.

Walaupun jarak tempuh dari Durai menuju lokasi MTQ cukup jauh, namun dengan kebersamaan pihaknya tidak merasa berat untuk mempromosikan produk-produk Durai yang terletak di ujung kabupaten Karimun. Dan hasilnya, cukup mengembirakan karena banyak masyarakat yang berbelanja produk kerajinan maupun makanan dari Durai.

”Saya hanya penyambung masyarakat untuk mempromosikan produknya, biar di kenal disemua lapisan masyarakat. Sebab, rata-rata produk masyarakat di jual ke wilayah daratan Riau,” kata Agung. (tri)

Respon Anda?

komentar