Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menyerahkan piala bergilir MTQ Kota Tanjungpinang kepada Syahrul Ketua LPTQ Tanjungpinang pada pembukaan MTQ di Terminal Sungai Carang Tanjungpinang, Senin (17/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah didampingi Wakilnya, Syahrul dan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun membuka secara resmi perhelatan MTQ Ke XI Tingkat Kota Tanjungpinang, di Terminal Sungai Carang, Bintan Centre, Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Senin (17/4) malam.

Pembukaan yang ditandai dengan bunyi serine itu juga disaksikan Sekda Kota Tanjungpinang, Riono, Ketua Pengerak PKK Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, Ketua GOW Kota Tanjungpinang Juariah Syahrul dan Ketua Darma Wanita Tanjungpinang, Ersa Famella, DPRD Tanjungpinang, FKPD Tanjungpinang, seluruh Kepala OPD beserta kecamatan dan kelurahan.

Pantuan di lapangan, ribuan warga Kota Tanjungpinang telah memadati Astaka MTQ itu. Mereka sangat antusias menyaksikan seluruh acara yang disajikan dalam agenda tahunan tersebut.

Mulai dari penampilan tari sampai mendengarkan tausiah dari ustad asal Jakarta, Harry Moekti. Ketua Panitia MTQ Ke XI Tanjungpinang, Riono mengatakan ada enam cabang perlombaan dalam MTQ 2017 ini. Diantaranya cabang Tilawah Alquran golongan anak-anak untuk putra dan putri dan golongan dewasa untuk putra dan putri. Kemudian cabang Hifzil Alquran golongan 1, 5, dan 10 Juz untuk putra dan putri.

“Juga diperlombakan seni kasidah, marhaban, berzanji, pawai taruf dan stand bazar,” ujarnya.

MTQ kali ini, kata Riono mengusung tema “Melalui MTQ Kita Jadikan Alquran Sebagai Pedoman Hidup Dalam Kebhinekaan dan Toleransi Membentuk Generasi Qurani”. Tema itu sebagai perwujudan upaya Pemko Tanjungpinang untuk menumbuh kembangkan rasa cinta terhadap Alquran pada generasi-generasi muda.

Maka diharapkan 24 peserta yang mewakili empat kecamatan bersungguh-sungguh mengikuti seluruh perlombaan dengan baik. Sebab MTQ ini dilaksanakan sekaligus untuk memilih qori dan qoriah, hafiz dan hafizah, muhasir dan muhasirah untuk diikutsertakan dalam seleksi STQ Tingkat Provinsi Kepri.

“Kami harapkan peserta dapat menoreh prestasi di MTQ Tanjungpinang bahkan di STQ Provinsi Kepri,” harap Sekda Tanjungpinang ini.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan MTQ ke XI merupakan pelaksaan MTQ terakhir dimasa kepemimpinannya bersama Syahrul. Sehingga agenda ini menjadi momentum yang sangat berarti baginya dalam menjalankan tugas terakhir seorang abdi negara mensiarkan agama dikota ini.

“Melalui MTQ ini diharapkan mampu mengontrol tatanan politik yang diwarnai isu sara agar menjadi lebih kondusif. Maka kami sengaja menghadirkan Ustad Hari Mukti agar masyarakat bisa mengambil hikmah dari tausiahnya,” sebutnya.

Dengan pelaksaan MTQ ke XI ini, kata Lis diharapkan dapat membentengi isu-isu mengkafiri seseorang. Kemudian juga menjadi alat menyatukan persaudaraan antar umat Islam yang ada di Kota Tanjungpinang.

Maka agar semua itu terwujud, lanjut Lis momen ini juga harus dimanfaatkan sebagai pemacu untuk mencintai Alquran sebagai pedoman hidup. Dengan begitu Tanjungpinang akan menjadi perwujudan wajah Islam. Karena masyarakatnya sudah membudayakan baca Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang kami inginkan dalam masa akhir jabatan ini adalah budayakan wajah Islam ditengah masyarakat. Jadi cinta terhadap Alquran tidak hanya tumbuh semusim saja tapi senantiasa diimplemintasikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku setiap kepala daerah di tujuh kabupaten/kota menginginkan prestasi maupun hasil terbaik dalam pelaksanaan MTQ 2017 ini. Salah satunya prestasi yang dibuktikan Pemko Tanjungpinang menghdirkan berbagai perlombaan dan Ustad Harry Moekti untuk mensiarkan agama Islam dikalangan masyarakat.

“Ide Pak Lis dan Syahrul sangat cemerlang. Dalam mensiarkan agama Islam mereka berdua tak hanya menggelar perlombaan tapi juga menyajikan tausiah-tausiah dari ustad terkenal,” katanya.

Pelaksanaan MTQ kali ini, kata Nurdin bukan hanya untuk mencari qori dan qoriah yang juara untuk mewakili di tingkat provinsi dan nasional saja. Tetapi harus memiliki tujuan akhir yaitu dapat membumikan kecintaan Alquran di tanah melayu ini.

Dengan begitu masyarakat mampu mengimplementasikan Alquran sebagai pedoman hidupnya. MTQ, lanjut Nurdin menyangkut nilai agama dari seorang pemimpin atau khalifah. Jadi diharapkannya seorang pemimpin daerah juga mampu mensiarkan agama kepada masyarakatnya.

Seperti yang dilakukan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah dan Wakilnya, Syahrul.

“Dengan acara ini membuktikan masyarakat Tanjungpinang memiliki antusias dalam mensiarkan agama. Semoga nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran dapat diaplikasikan oleh masyarakat sebagai pondasi untuk pembangunan Kepri,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar