Rida K Liamsi Bangun Hotel di Lingga

606
Rida K Liamsi beserta rombongan mengunjungi lokasi pembangunan hotel. Kawasan Cening menjadi salah satu pilihan lokasi pembangunan hotel. F. Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Putra daerah Kabupaten Lingga Rida K Liamsi mengunjungi tempat kelahirannya untuk mewujudkan impian yang selama ini diidam-idamkannya untuk membangun hotel di Tanah Bunda Melayu. Dalam kunjungan tersebut, Rida K Liamsi diterima Wakil Bupati Lingga, M Nizar, bersama Kepala Bappeda Said, Armia dan sejumlah pejabat teras lainnya.

Tidak sendiri, Rida K Liamsi datang bersama rombongan yakni pengusaha asli Dabo Singkep Ikhsan Fansury, Anggota DPRD Provinsi Asmin Patros dan Indra. Dalam kunjungan tersebut, seluruh rombongan bersama Wakil Bupati M Nizar meninjau sejumlah lokasi yang telah disediakan oleh Pemkab Lingga untuk pembangunan hotel tersebut.

“Kami ada dua lokasi yang strategis untuk pembangunan hotel, satu di kawasan Cening dan satu lagi di kawasan Kador,” ujar Nizar saat menerima rombongan di ruang pertemuan, Daik, Selasa (18/4) siang.

Lahan yang disediakan Pemkab Lingga terbilang prestisius pasalnya, kedua lahan tersebut memiliki pemandangan yang indah. Lahan tersebut langsung berhadapan dengan Gunung Daik, sehingga view bernuansa alami serta asri.

Setelah mengunjungi kedua lokasi, sebagai pengusaha Risa K Liamsi menginginkan agar Pemkab Lingga mengatur dengan baik terkait prosesur kerja sama antara kedua belah pihak. Menurutnya, pengusaha akan lebih nyaman jika BUMD sebagai pendamping memiliki tupoksi yang dapat membantu pihak pengusaha.

“Sebagai pengusaha sebaiknya, BUMD dapat berjalan seiring dengan tupoksi yang sesuai,” ujar Rida.

Selain membahas rencana pembangunan hotel, Rida lebih banyak menjelaskan tentang wilayah Kabupaten Lingga yang nota benenya sebagai daerah memiliki sejarah Melayu yang kuat. Menurut Rida, Kabupaten Lingga adalah daerah yang berhak mengadakan kegiatan kebudayaan Melayu yang bertaraf internasional.

“Kabupaten Lingga yang memiliki sejarah panjang Melayu berhak menjadi daerah penyelenggaran kegiatan untuk pelestarian kebudayaan Melayu,” ujar Rida dalam pertemuan tersebut.

Dalam tahun ini, Pemkab Lingga memang telah mengagendakan sejumlah dua kegiatan akbar terkait budaya Melayu yakni Festival Gunung Daik dan kegiatan lainnya yakni Tamadun Melayu. (wsa)

Respon Anda?

komentar