ilustrasi

batampos.co.id  – Selama periode September 2016 hingga Maret 2017 lalu, Batam mendapat jatah kuota impor daging beku sebanyak 2.251. Impor berasal dari tiga negara, yakni Australia, Selandia Baru, dan Spanyol.

“Kuota impor daging beku itu ditentukan oleh Kementerian Perdagangan. Sedangkan kami hanya mengeluarkan izin impor saja,” kata DIrektur Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan (BP) Batam, Tri Novianto, Rabu (19/4).

Perusahaan yang mendapatkan izin impor tersebut antara lain PT Kharisma Karya Kartika, PT Dewi Kartika Inti, dan PT Batam Frozen Food. “Ketiganya mengajukan kuota langsung ke Kementerian Perdagangan setelah kembali baru meminta izin impor dari BP Batam,” tambah Tri.

Untuk PT Kharisma mendapat kuota daging impor sebesar 836 ton, kemudian PT Dewi Kartika Inti dapat kuota 750 ton, dan PT Batam Frozen Food sebesar 665 ton. Namun ketiga perusahaan tidak serta merta bisa melakukan impor sekaligus karena periode impor dibagi per semester.

“Mekanismenya semua dikontrol oleh pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sedangkan untuk daging sapi lokal, Novi mengatakan tidak ada pembatasan dan bukan wewenang BP Batam dalam menentukannya.

“Mengapa pusat menentukan kuota impor. Karena untuk menjaga industri dalam negeri agar tetap berkembang,” katanya. (leo)

Respon Anda?

komentar