batampos.co.id – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk mengganti struktur pengurus Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Batam yakni PT Pembangunan Batam akan digelar Mei 2017 mendatang. Persiapan sembari menunggu audit akuntan publik yang kini sedang berjalan.

Direktur BUMD Batam Hari Basuki mengatakan selama ini pergantian struktur di BUMD Batam memang tidak seiring jabatan, dalam artian komisaris tidak serta merta Sekretaris Daerah (Sekda) yang menjabat, untuk itu perlu dilakukan RUPS.

“Struktur pengurus di kita (BUMD Batam) bukan ex officia tapi atas nama. Bulan depan (Mei) mau RUPS dan harapkan Sekda Batam Jefridin jadi komisaris, kini masih Sekda lama, Agussahiman,” ucap Hari, Rabu (19/4).

Sementara itu, Sekda Batam Jefridin mengaku tak paham sistem pergantian kepengurusan di BUMD Batam. Untuk itu, dia meminta bagian hukum Pemko BAtam untuk memepelajari atauran yang kini diterapkan di BUMD Batam. Namun demikian, jika dia dipercaya menjadi komisaris dai akan menjalani tugas sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Apakah otomatis ex officio, walahualam bishawab, kalau memang iya saya akan jalani. Tapi kalau harus RUPS, kita lihat nanti yang jelas saya mau bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucapnya.

Terlepas soal struktur BUMD, dia mengatakan pihaknya kan memanggil pihak BUMD Batam. Panggilan ini terkait keinginan Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) melibatkan kembali BUMD Batam terkait bahan pokok. “Peran BUMD harus nampak dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pengadaan bahan pangan atau pokok,” katanya.

Karyawan Toko Acan di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji saat menimbang beras yang akan dijual. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

Menurutnya, BUMD Batam sempat menyampaikan ‘trauma’ mengurus sembako di Batam, pasalnya dulu BUMD Batam tidak mampu bersaing dengan pengusaha besar. Namun kini, keadaan semakin stabil karena semuanya sudah diatur.

“BUMD ini trauma, awal berdiri di bidang sembako tapi kalah saing dengan para pengusaha bermodal. Lain dulu lain sekarang, makanya kita arahkan ke sana (urus sembako) lagi,” ucapnya.

Jefridin menegaskan, kembalinya BUMD Batam mengurus sembako tidak menghilangkan bidang usaha gas yang kini digeluti BUMD Batam. “Sama-saam kita kembangkan,” tegas dia.

Menyikapi ini, Direktur Utama BUMD Batam Hari Basuki mengaku siap menunggu arahan Pemko Batam, termasuk melibatkan diri dalam operasi pasar untuk menstabilkan harga.

“Kami tingga nunggu arahan Pemko Batam saja. Tidak seperti dulu (bersaing dengan perusahaan besar), apalagi sekarang ada penetapan batas harga atau HET,” kata Hari. (cr13)

Respon Anda?

komentar