Ruslan Kasbulatov. F.Cecep Mulyana / Batampos

batampos.co.id – Anggota Komisi I DPRD Kepri, Ruslan Kasbulatov mendesak Gubernur Kepri, Nurdin Basirun untuk segera melakukan perombakan kabinet. Karena dengan keluarnya rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) legalitas yang ada sekarang ini dipertanyakan.

“Harus segera dituntaskan persoalan ini, jangan dibiarkan berlarut-larut. Karena ini telah mencoreng tananan pemerintahan di lingkungan Pemprov Kepri,” ujar Ruslan Kasbulatov, Rabu (4/9)

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang diketuai Sekda Kepri, Arif Fadilah harus bertanggungjawab. Ditegaskannya, proses JPTP kemarin disinyalir adalah permainan.

“Artinya tidak ada azaz transparasi pada proses kemarin. Sekarang setelah keluarnya rekomendasi KASN baru kelabakan. Apabila tidak dilaksanakan, ini bisa menjadi temuan besar,” tegas legislator Dapil Batam tersebut.

Ditambahkannya, banyak trouble yang terjadi dalam proses ini. Ruslan khawatir, apabila Gubernur tidak segera bertindak untuk melakukan perubahan kabinet, bisa-bisa mempengaruhi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).

“Persoalan ini tentunya menjadi pejaran tentunya. Jangan sampai proses open bidding kedepan, terulang kembali,” tutup Ruslan.

Sebelumnya, terkait persoalan ini, Sekda Kepri, Arif Fadilah mengaku sudah menugaskan Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKD-SDM) untuk melakukan konsultasi ke KASN terkait rekomendasi tersebut.

“Kalau memang kita salah, tentu kita siap untuk melaksanakan rekomendasi tersebut. Makanya perlu diperjelas lagi,” ujar Sekda Arif.

Seperti diketahui, Mantan Kepala Satuan Manunggal Satu Atap (Samsat) Tanjungpinang yang kini menduduki Kepala Bidang di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Novianto berpeluang untuk duduk jabatan sebagai Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung menggantikan Nilwan. Lantaran keluarnya rekomendasi Komisi Aparatus Sipil Negara (KASN).

Berdasarkan hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemprov Kepri beberapa waktu lalu yang disampaikan Panitia Seleksi (Pansel) ada sistem penilaian yang salah. Menurut Rekomendasi KASN, untuk posisi Jabatan Kepala Biro Humas, Protokol dan Penghubung berdasarkan nilai ril untuk posisi teratas adalah Novianto dengan nilai 86,3.

Posisi kedua ditempati Inov Hendra Kurniawan dengan nilai 84,2. Sedangkan Herry Adrianto pada kedudukan ketiga dengan nilai 77.5. Sementara Nilwan tidak masuk dalam posisi tiga besar. Akan tetapi lewat keputusan Pansel JPTP Kepri, Nilwan nangkring di posisi teratas dengan nilai 87,1. Ditempat kedua adalah Novianto 86,3. Sedangkan Inov Hendra Kurniawan dengan nilai 84,2.(jpg)

Respon Anda?

komentar