Pedagang Kaki Lima Jodoh Nyatakan Siap untuk Direlokasi

370

batampos.co.id – Sejumlah pedangang kaki lima di kawasan Taman Jodoh Boulevard dan Tanjung Pantun, Jodoh, Batumpar siap direlokasi. Namun, kawasan relokasi haruslah ketempat yang tidak membuat usaha mereka mati.

Ardi misalnya, pedagang kaki lima ini bersedia pindah dari kawasan tersebut. Asal pemerintah bisa menyiapkan kawasan untuk mereka kembali berusaha.

“Ya kalau lokasinya jelas tak apa-apa. Asalkan tidak digusur begitu saja, tanpa memikirkan nasib kami,” kata Ardi, Rabu (19/4).

Camat Batuampar Tukijan mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pedagang K5 yang ada di kawasan tersebut. Pertemuan itu guna membicarakan penertibaan yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu dekat. Dimana Pemko Batam ingin menata dan mengembalikan fungsi awal Taman Jodoh Boulevard seperti awal.

“Saya sudah sampaikan kesemua pedagang K5 yang terdata. Ada sekitar 430 pedagang K5 disana. Namun, waktu untuk pertemuan itu belum ada, karena kita juga sedang banyak kegiatan,” jelas Tukijan yang dihubungi, kemarin.

Menurut dia, secara tak langsung pedagang K5 yang ada disana siap untuk direlokasi. Apalagi kawasan relokasi merupakan pasar Induk yang akan dibenahi. Namun sayangnya, sampai saat ini pasar Induk tak juga dibenahi. Alasannya karena belum ada status yang jelas terhadap aset tersebut.

Sejumlah petugas Satpol PP mengangkut peralatan gerobak pedagang kakilima yang mengangu jalan pedestrian dalam operasi pembersihan pedagang kakilima (PKL) di beberapa kawasan di Batam. Foto: Rezza Herdiyanto/Batam Pos

“Mereka sadar telah menghambat akses masuk taman. Bahkan mereka juga mau membongkar bangunan sendiri, makanya minta waktu hingga habis lebaran, tepatnya 10 Juli,” jelas Tukijan.

Tak hanya pedagang K5, pihaknya juga meminta agar pemilik ruko yang ada di kawasan tersebut dapat berbebenah. Tentunya setelah ada penertiban dan penataan ulang oleh pemerintah setempat.

“Kalau ruko disana ada sekitar 348 pintu. Kalau nanti sudah dibenahi, kita minta pemilik ruko juga berbenah. Apakah itu bangunan diseragamkan atau catnya,” pungkas Tukijan. (she)

Respon Anda?

komentar