Pompong Warga Hilang Dibawa Kabur Tahanan Asal Vietnam

366

batampos.co.id – Empat tahanan asal Vietnam kabur dari tahanan, Senin (17/4). Keempat tahan tersebut merupakan nahkoda kapal yang menjadi tersangka dalam kasus pencurian ikan di wilayah perairan Natuna.

Mereka adalah Tran Thanh yang merupakah nahkoda kapal BD.96824 TS. Nguyen Van Phi nahkoda kapal BV.97909 TS, Le Dinh Chien nahkoda kapal BD.93581 TS dan Pham Chitam nahkoda kapal BD.93217 TS. Diduga mereka kabur menggunakan pompong warga yang dilaporkan hilang.

Kasus kaburnya empat tahanan asal Vietnam ini diketahun bermula ketika ada warga yang melaporkan kehilangan pompong ke kantor Satuan Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas di Antang Kecamatan Siantan, Senin (17/4) kemarin. Pelapor mengaku pompong miliknya berukuran 1GT yang ditambatkan di pelabuhan Antang hilang.

“Awalnya dari laporan warga kalau ada pompong miliknya hilang setelah itu kita cek tahanan dan ternyata benar, empat tahanan yang merupakan tersangka sudah kabur. Tapi kita belum tahu, apakah tahanan kabur dengan pompong yang hilang itu atau tidak, itu baru dugaan,” ungkap Kepala Satuan Pengawas Sumberdaya kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Anambas Asep Ruhiyat kepada wartawan kemarin.

Setelah mengetahui kejadian ini Asep langsung membuat laporan hilangnya tahanan tersebut ke kepolisian. “Kami sudah buat laporan kepada polisi dan pimpinan tertinggi,” ungkapnya.

Diakui Asep, pihaknya lemah dalam pengawasan karena terbatasnya personil yang ada. Personil yang ada hanya ada lima orang saja. Tiga diantaranya tenaga administrasi sementara untuk tenaga penyidik hanya ada dua yakni dirinya sendiri ditambah satu penyidik anggotanya. Sementara itu untuk petugas jaga hanya dua orang saja yang berjaga setiap malam tanpa ada ganti. Sementara itu yang diawasi itu berjumlah kurang lebih 67 orang. “Jadi kita ini bukan hati-hati lagi tapi sangat was-was dan gelisah adanya,” ungkapnya lagi

Katanya, 67 itu yang ada saat ini belum lagi dengan adanya tangkapan yang baru ada empat kapal lagi yang belum diserahterimakan. Diprediksi setelah ada serahterima lagi maka tahanan akan bertambah banyak. sementara itu lokasi penampungan di kantor Satwas SDKP Antang sangat terbatas. (sya)

Respon Anda?

komentar