Dirjen Peternakan Buat Program di Lingga

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, I Ketut Diarmita didampingi Bupati Lingga Alias Wello melakukan inseminasi buatan di Tanah Putih. F. Wijaya satria/Batampos.

batampos.co.id – Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, I Ketut Diarmita melakukan inseminasi buatan sekaligus memberikan bantuan rumput pakan ternak di Tanah Putih, Kabupaten Lingga, Kamis (20/4) siang. Banguan tersebut ditujukan agar Kabupaten Tanah Bunda Melayu menjadi daerah mandiri terhadap pakan ternak.

“Jika diberi bantuan sapi langsung tentunya akan berdampak gagal jika pakan di daerah tersebut tidak terpenuhi,” ujar Diarmita dalam sambutannya.

Sementara itu, walau tidak memberikan janji, Diarmita berupaya agar tahun depan, Pemkab Lingga mendapat bantuan sapi. Pasalnya, 2018 dengan dana APBN Pusat, akan membeli sapi dari negara lain sebanya 4500 ekor sapi yang akan dibagi-bagikan kesejumlah daerah termasuk Kabupaten Lingga.

Dalam kesempatan itu Diarmita mengatakan, kelemahan yang sering terjadi pada warga negara ini adalah lemahnya managemen. Sehingga bukan mengalami peningkatan, biasanya beberapa bantuan malah mengalami kemerosotan. Untuk itu, Diarmita juga meminta Bupati Lingga Alias Wello agar lebih fokus dalam hal pengembangan bantuan tersebut.

“Saya juga tidak mau berakhir diujung jeruji, untuk itu mari sama-sama kita rawat dan perhatikan semua bantuan dari Pemerintah,” ujar Diarmita.

Sementara itu, Bupati Lingga Alias Wello memastikan jika Pemkab Lingga fokus pada pengembangan empat sektor. Yakni, pertanian, peternakan, perikanan dan Pariwisata, sehingga semua program yang telah dibuat tentunya menjadikan Kabupaten Tanah Bunda Melayu ini menjadi kawasan lumbung pangan di daerah perbatasan.

Alias Wello juga menjelaskan kalau program penanaman tanaman indigofera sebagai salah satu bentuk persiapan Kabupaten Lingga sebagai kawasan mandiri pakan ternak. Tidak hanya menyuplai kenutuhan lokal, Bupati yang sering disapa Awe ini juga memastikan kwalitas indigofera sangat baik hingga berkelas bahan ekspor.

“Ini bentuk dari persiapan Kabupaten Lingga sebagai daerah yang mandiri terhadap pakan ternak,” ujar Awe. (wsa)

Respon Anda?

komentar