Pemko dan BP Batam Harus Sinergi Atasi Banjir

312
Warga korban banjir duduk diatas kursi saat banjir menggenangi rumahnya di dekat Kantor Lurah, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (21/4). Banjir hanya 30 menit sudah merendam rumah warga dan jalan raya. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Belum tuntasnya penanganan banjir di Kota Batam, tidak lepas dari sistem drainase yang buruk. Harus ada perhatian serius dari dinas terkait. Sebab, permasalahan banjir menjadi penyakit kronis yang belum bisa teratasi sampai saat ini.

“Melihat kondisi Kota Batam saat ini harusnya kita sudah memiliki drainase besar yang membelah Kota Batam. Jadi ketika banjir, air hujan dari masing-masing daerah akan masuk ke saluran ini,” ujar anggota komisi III DPRD Batam, Dandis Rajagukguk, kemarin.

Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) memiliki peran sangat penting mengatasi banjir ini. Jadi, bila perencanaan ini diterapkan, maka bisa diketahui topografi dan ketinggian masing-masing daerah. Sehingga pembuatan sistem drainase induk ini bisa disesuaikan.

Permasalahan anggaran tentunya bisa saja diangsur-angsur. Asalkan ada kemauan pasti pembangunan drainase induk bisa diwujudkan.

“Tidak susah kok, hanya kemauan saja. Apalagi Batam daratannya tidak tebal dan luas. Maka ketika air masuk ke saluran induk ini, bisa dialiri ke pantai,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak mengakui, Pemko Batam akan kesulitan untuk mengatasi hal ini. Karena, seluruh wilayah sudah tertutup pemukiman dan industri. “Selain sulit, memakan waktu dan anggaran yang cukup besar,” kata Jefri.

Jefri menyarankan, guna merampungkan masalah banjir, pemko harus bersinergi dengan BP Batam. Bila tidak segera diselesaikan, banjir akan menjadi permasalahan rutin. Beberapa wilayah yang berada di daerah rendah akan selalu menjadi langganan banjir.

Seperti diketahui, pemko Batam mengkucurkan Rp 43,5 miliar untuk program pengendalian banjir dan perbaikan jaringan pengairan di tahun 2017 ini. Anggaran ini dibagi per lima wilayah. Wilayah pertama Batuampar dan Bengkong Rp 10,2 miliar, wilayah dua Lubukbaja dan Batamkota Rp 8,098 miliar dan wilayah tiga, Seibeduk, Nongsa, dan Galang Rp 6,69 miliar.

wilayah empat Sagulung Rp 9,4 miliar dan wilayah lima Sekupang, Batuaji, dan Belakangpadang Rp 3,86 miliar. Untuk pemeliharaan rutin drainase Batam sendiri dianggarkan sebesar Rp2,22 milar. Sedangkan untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) drainase Kota Batam senilai Rp 2,52 miliar. (rng)

Respon Anda?

komentar