Pusat Layanan Autis Gandeng Politeknik Negeri Batam dalam Hal…

564
Direktur Politeknik Negeri Batam, Priyono Eko Sanyoto (kiri) bersama Kepala Pusat Layanan Autis Batam Riniatun melakukan penandatangan kerjasama terkait penelitian dan alat terapi bagi penyandang autis di Kampus Politeknik Negeri Batam, Rabu (19/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pusat Layanan Autis (PLA) Batam telah mengikat kerjasama dengan Politeknik Negeri Batam, Rabu (19/4). Kerjasama dalam hal penelitian dan produksi alat terapi autis ini berlangsung di Gedung Politeknik Negeri Batam, Batamcenter.

Direktur Politeknik Negeri Batam, Priyono Eko Sanyoto mengatakan telah berkunjung dan melihat fasilitas dan alat di PLA Batam. “Banyak alat yang sebenarnya sederhana, tapi kendalanya tidak diproduksi secara nasional,” kata Eko setelah menandatangani nota kerjasama.

Maka seharusnya, lanjut Eko mahasiswa Politeknik Batam bisa memproduksi dan ada alat atau temuan baru yang bisa diproduksi.

Kerjasama ini juga diharapkan bisa membantu PLA Batam yang terkendala kurangnya tenaga terapis. “Kita saat ini memang tidak bisa bantu dalam hal pemenuhan tenaga terapi, tapi hal ini bisa jadi alternatif penyelesainnya,” ungkapnya.

MoU ini memang berisi tentang kerjasama terkait penelitian mahasiswa dan cipta alat. “Tidak menutup kemungkinan, ke depan akan ada kerjasama dengan perguruan tinggi lain, dalam pemenuhan tenaga terapi di PLA Batam,” katanya.

Kepala PLA Batam, Riniatun merasa lega karena dapat bekerjasama dengan Politeknik selama 5 tahun ke depan. “Alhamdulilah, kami sudah jauh- jauh hari mempersiapkan kerjasama ini dan hari ini bisa berjalan lancar,” kata Rini.

Ada beberapa alat yang menjadi prioritas yakni alat terapi wicara dan alat fisioterapi yang dari merupakan produksi luar negeri. “Dari kerjasama ini, mudah-mudahan Mahasiswa Politeknik Negeri Batam bisa memproduksi dan bisa mengembangkan alat yang sudah ada,” harapnya.

Rini juga mengatakan mudah-mudahan dengan tenaga terapis terbaik yang ada saat ini dan kerjasama dengan Politeknik Batam,  menjadi langkah awal dalam peningkatan kualitas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Ke depan diharapkan kerjasama ini, bisa mendapatkan temuan baru dalam segi hal alat bantu terapi untuk anak-anak autis,” pungkasnya. (cr18)

Respon Anda?

komentar