batampos.co.id – Unit layanan pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten Karimun untuk bulan ini harus melakukan pelelangan dua kali terhadap dua jenis barang disebabkan sepi peminat.

Sejak Januari sampai bulan ini jumlah paket yang masuk untuk dilelang secara online itu ada 36. Dari jumlah tersebut 34 sudah selesai dilelang. Namun, sisanya ada dua paket harus melakukan dua kali lelang.

”Keduanya adalah pengadaan makanan untuk pelajar SMP Binaan dengan nilai Rp546 juta. Kemudian, pengadaan hemodialis atau alat pencuci darah yang nilainya sebesar Rp250 juta,” ujar Kepala Bagian ULP Kanbupaten Karimun, Tejaria, Kamis (20/4).

Masing-masing barang tersebut, harus dilakukan lelang dua kali disebabkan tidak ada yang memasukkan permohonan untuk dilelang. Hasil dari evaluasi yang dilakukan oleh tim di ULP penyebab tidak adanya nilai barang yang diadakan dianggap tidak menguntungkan. Sebagai contoh, kalau dilihat dari nilai pengadaan makan dan minum untuk SMP Binaan sebesar Rp546 juta mungkin besar.

”Nilai anggaran proyek pengadaan makan itu untuk satu tahun dan jumlah pelajar dalam sekolah itu ratusan orang banyaknya. Dan, kalau dilihat harga kebutuhan sembako saat ini sudah tidak memadai lagi. Sebab, sebagian besar barang makanan yang ada di daerah kita didatangkan dari luar daerah. Sehingga, diperkirakan nilai pengadaan ini tidak meungubntungkan, sebaliknya bisa merugikan,” jelas Tejaria.

Menyinggung tentang total nilai 36 paket yang masuk ke ULP, Tejaria menyebutkan, total seluruh itu mencapai Rp14,8 miliar. Namun, karena ada dua paket yang saat ini masih proses dilakukan lelang ulang, maka yang sudah selesai dilelang itu nilainya Rp12,9 miliar. Sebagian besar dari 36 paket tersebut adalah lelang yang berkaitan dengan konsultan perencanaan.

”Untuk proyek fisik belum. Sebab, tunggu selesai dulu perencanaan baru masuk fisik. Kedfuanya ada kaitan,” ungkap Tejaria. (san)

Respon Anda?

komentar