Polisi saat melakukan olah TKP. foto : batampos

batampos.co.id – Dari hasil pemeriksaan Dokter Forensik Rumah Sakit Embung Fatimah, tulang belulang yang ditemukan di kawasan hutan samping perumahan San Dona berjenis kelamin perempuan, berusia sekitar 25 tahun.

“Dari hasil pemeriksaan Dokter Forensik Rumah Sakit Embung Fatimah, tulang belulang yang ditemukan itu berjenis kelamin perempuan dan diketahui dalam keadaan hamil,” ujar Kapolresta Barelang, AKBP Hengki, Kamis (20/4) siang.

Hingga kini, Hengki belum bisa menjelaskan berapa usia kehamilan dan identitas dari perempuan yang telah menjadi tulang belulang tersebut. Sementara, dari lokasi penemuan, polisi baru mendapatkan barang bukti berupa handuk yang telah terbakar dan karung beras bekas.

“Sampai saat ini, kita belum menerima laporan orang hilang. Saat ini, kita juga masoih mendalami apakah ada tanda kekerasan di tubuh korban,” ujarnya.

Hengki menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melaporkannya kepada aparat kepolisian. Sementara, untuk tidakan lanjutannya, polisi akan menurunkan anjing pelacak untuk mencari barang bukti di lokasi penemuan.

“Kita akan menurunkan K-9 untuk mencarai bukti lainnya. Seperti yang kita ketahui lokasi penemuan itu berada di hutan, jadi kita membutuhkan bantuan anjing pelacak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Jatanras Polresta Barelang Iptu Afuza Edmond belum bisa memberikan waktu pasti, kapan akan dilakukan pencarian barang bukti baru dengan anjing pelacak tersebut. Saat dikonfirmasi, ia hanya mengatakan akan segera melakukannya dalam waktu dekat.

“Nanti akan saya kabari kepada rekan-rekan kapan waktunya,” ujarnya singkat.

Dalam berita sebelumnya, tulang belulang ini ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Edi. Ia yang saat itu mencari kayu bakar, secara tidak sengaja mencium bau busuk dan berusaha mencari dimana bau busuk itu berasal.

Setelah berusaha mencari, akhirnya Edi menemukan tulang belulang manusia, Senin (17/4) siang. Atas penemuan itu, kemudian Edi mengabarkannya kepada temannya dan melaporkan penemuan ini kepada polisi keesokan harinya atau Selasa (18/4) pagi. (cr1)   

Respon Anda?

komentar