batampos.co.id – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna dr Faisal mengatàkan, saat ini belanja obat di RSUD sudah aman. Distributor tidak lagi dibebankan pajak ganda.

Kementerian Keuangan katanya, sudah membuat peraturan melalui Dirjen pajak. Selama ini belanja obat di Natuna dibeban pajak ganda, baik dì bea cukai Batam maupun setoran pajak di pemerintah daerah.

“Persoalan pajak ganda belanja obat sudah ada solusi. Pajak hanya dibebankan di bea cukai Batam. Karena lewat Batam, jadi daerah tidak lagi pungut pajak dari belanja obat distributor,” ujar Faisal kemarin.

Dikatakan Faisal, belanja obat dan barang habis pakai di RSUD Natuna per tahun mencapai Rp 10 miliar dengan rata-rata 2 ribu kunjungan pasien per bulan.

“Sebelum ada fatwa Kementerian Keuangan ini, belanja obatnya sedikit-sedikit. Kalau sekarang sudah aman, distributor pun tidak keberatan lagi,” ujar Faisaĺ.

Sebelumnya, pengadaan obat-obatan di RSUD dan  Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mengalami kendala karena terjadinya pungutan pajak ganda kepada distritributor, baik dari Pemerintah Daerah maupun Bea Cukai Batam.

Sementara dalam distribusi obat, diatur berdasarkan zona. Di Kepri, pengiriman jalur Batam. Sehingga Pemerintah Daerah meminta fatwa keberatan kepada Dirjen pajak terkait pungutan pajak ganda.(arn)

Respon Anda?

komentar