Krui Pro 2017 di Lampung Panggung untuk Nishi Keijiro

382
foto: worldsurfleague.com

Nishi Keijiro Juara Surfing Internasional Krui Pro 2017 yang diselenggarakan di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung Barat.

Surfer asal Jepang ini menjadi juara dalam ajang Krui Pro 2017 WSL QS 1000 Surfing Competition kategori pria. Sedangkan di kategori wanita, Lucy Callister asal Australia keluar sebagai pemenang.

Berkat ajang ini Kabupaten Pesisir Barat, Lampung Barat makin mendunia. Hamparan keindahan pantai di pesisir barat ini kini bukan lagi lokasi wisata, tetapi telah menjelma menjadi surga para surfer atau peselancar internasional.

Pesisir Barat itu terpilih menghelat Kejuaraan Surfing berskala internasional, Krui Pro 2017 WSL QS 1000 Surfing Competition.

Kompetisi ini terselenggara berkat sinergi apik antara Pemda Lampung, Barat, Kementrian Pariwisata dan World Surf League serta Asian Surfing Championship serta Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI).

Kementrian Pariwisata Indonesia (Kemenpar) antusias dengan gelaran selancar bertaraf internasional ini. Terlebih, untuk pertama kali Kab. Pesisir Barat menggelar hajatan olahraga menantang ombak ini. Bahkan, Kab. Pesisir Barat menjadi salah satu seri kejuaraan selancar dunia ini.

Asisten Deputi Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kemenpar, Ratna Suranti menjelaskan, kejuaraan surfing ini menjadi pintu gerbang pariwisata di Provinsi Lampung. Bukan cuma di Lampung, kejuaraan selancar dunia ini membuka akses pariwisata di Indonesia, mengingat 5 dari 40 seri WSL berlokasi di Indonesia.

Nama Kab. Pesisir Barat semakin mendunia, karena akan rutin menjadi salah satu seri kejuaraan selancar dunia WSL.

“Kejuaraan ini pantas mendapatkan dukungan penuh karena dari sekitar 40 series diselenggarakan oleh WSL, 5 lokasi berada di Indonesia. Respons kejuaraan Selancar ini sangat bagus, maka dengan mengkembangkan konsep 3A-nya Menpar Arief Yahya–Akses, Atraksi, dan Amenitas—, secara otomatis pebisnis akan mengembangkan destinasi Lampung Selatan,” papar Ratna.

Liga selancar dunia, WSL Q 1000 ini sudah memiliki nama di dunia. Ajang ini menurut Ratna sebagai promosi ‘gratis’ destinasi periwisata di seluruh dunia. Terutama pantai-pantai dengan potensi ombak tinggi.

“Secara otomatis daya tarik pantai di destinasi tersembunyi di seluruh Indonesia membuat peselancar dunia mengetahui sehingga pantai pantai yang berombak besar dan tinggi ini akan ramai oleh peselancar seluruh dunia,” dia mengungkapkan.

Agar terus mendapat kepercayaan menggelar event ini, Presiden ASC, Tipi Jabrix meminta masyarakat setempat untuk menjaga kondisi pantai.

“Sehingga wisatawan dan para surfer akan berdatangan lebih banyak lagi,” ujar Tipi.

Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal menegaskan komitmen membangun sektor pariwisata di lokasi tersebut. “Kami percaya, Pesisir Barat memiliki masa depan cerah dengan semua potensi wisata,” kata dia.

Melalui kejuaraan selancar dunia ini, Agus berharap Kab. Pesisir Barat bisa menghelat cabang selancar pada Asian Games XVIII 2018. Krui dan Cimaja menjadi dua kandidat utama venue surfing Asian Games.

Perhelatan Krui Pro 2017 WSL QS1000 Surfing Competition berlangsung 15-19 April 2017. Sebanyak 17 peselancar asing dari Australia, Amerika Serikat, Brazil, Selandia Baru, Yunani, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Filipina dan dan tuar rumah Indonesia ambil bagian di ajang ini. (*)

Respon Anda?

komentar