foto: beku subechi / jawa pos

batampos.co.id – Batam mendapatkan jatah kuota produk hortikultura sebanyak 637 ton untuk semester pertama 2017. Ada enam negara yang boleh mengekspor produk hortikultura ke Batam yakni China, Thailand, Bangladesh, Selandia Baru, Belanda dan Afrika Selatan.

“Kuota 637 ton itu dihitung sejak 1 Januari sampai 30 Juni 2017 dan ada 10 item produk hortikultura yang bisa diimpor,” kata Direktur Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan (BP) Batam, Tri Novianto, Sabtu (22/4).

Kuota impor produk hortikulturan ditentukan oleh Kementerian Perdagangan. Setelah mengajukan kuota impor kepada Kementerian Perdagangan, maka perusahaan tersebut harus meminta izin impor dari BP Batam.

Adapun 10 item yang termasuk kategori produk impor antara lain wortel dari China, apel dari China, jeruk mandarin dari China, lengkeng dari Thailand, kentang segar atlantik dari Bangladesh dan China, bawang bombay dari Selandia Baru dan Belanda, jeruk orange dari China, anggur pomelo dari China, lemon dari Afrika Selatan dan anggur segar dari Afrika Selatan.

Sedangkan tiga perusahaan yang mendapatkan izin impor dari BP Batam, yakni PT Frozen King Mulia, kemudian PT Segar Inter Fruits dan PT Segar Prima Jaya.

Namun dari 10 item tersebut, ketiga perusahaan ini hanya mengimpor enam item yakni apel, jeruk mandarin, lengkeng, bawang bombay dan lemon.

Apel diimpor oleh PT Segar Inter Fruits sebanyak 36 ton dan PT Segar Prima Jaya sebanyak 27 ton. Kemudian jeruk mandarin diimpor oleh PT Segar Prima Jaya sebanyak 27 ton. Lalu lengkeng diimpor oleh PT Frozen King Mulia sebanyak 100 ton dan PT Segar Prima Jaya sebanyak 27 ton.

Kemudian bawang bombay dari Selandia Baru diimpor sebanyak 54 ton oleh PT Frozen King Mulia dan 210 ton oleh PT Segar Prima Jaya. Sedangkan bawang bombay dari Belanda diimpor sebanyak 108 ton oleh PT Frozen King Mulia. Dan Lemon yang diimpor sebanyak 48 ton oleh PT Segar Prima Jaya.

“Secara terperinci, PT Frozen King Muliar mendapat jatah impor 262 ton, PT Segar Inter Fruits dapat 36 ton dan PT Segar Prima Jaya dapat 339 ton,” pungkas. (leo)

Respon Anda?

komentar