batampos.co.id – Membuang sampah ke laut adalah tindakan buruk, di lihat dari sudut pandang apa pun. Dari sudut kesehatan sudah pasti iya lantaran terjadi pencemaran lingkungan. Termasuk juga citra pariwisata yang amat mengedepankan kebersihan dan kenyamanan.

Di wilayah kepulauan, kebiasaan buruk ini menjadi penyakit sebagian masyarakat yang memerlukan penanganan ekstra untuk menghilangkannya.

“Sedihnya bagi beberapa orang itu sudah menjadi kebiasaan. Makanya menjadi sedikit lebih sulit, meski sudah diingatkan dampaknya,” tutur seorang remaja warga Penyengat, Nur.

Kebiasaan membuang sampah di laut kerap kali dilakukan masyarakat yang melintas atau sedang berada di pantai tepian laut dan wilayah perairan lainnya. Sebagian lagi, dilakukan oleh para warga yang bertempat tinggal di rumah panggung. Yang dalam hal ini, tak sedikit jumlahnya di Kepri.

Untuk di ibu kota provinsi Kepri sendiri, wilayah pasar yang berada dekat dengan lautan pun mengendap berbagai sampah sisa dagangan hingga plastik yang sering terbawa arus hingga ke pemukiman seberang. Tak terlihat saat laut sedang pasang. Namun muncul saat sedang surut.

“Agak gimana ya sebenernya pas surut, duuh sampah entah dari jaman kapan keliatan di bawah pelantar. Di pasar dekat pelabuhan bongkar pasang juga numpuk,” ucap warga Tanjungpinang Anti, kala melintas pelantar usai berbelanja.

Merusak dan berbahaya bagi masa depan laut, membuang sampah dengan melemparkannya ke lautan, mengembalikan dampak yang buruk bagi masyarakat pesisir.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun

“Ini merugikan. Yang sudah terlanjur, harus mulai dibenahi dan yang masih terjaga harua dipertahankan,” tutur Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dalam kesempatan belum lama ini.

Sampah di lautan pun, memengaruhi pariwisata di Kepri yang mengandalkan keindahan laut dan pesisirnya.

Beragam cara dilakukan guna mencegah penumpukan sampah di laut. Masing-masing kabupaten/kota turut mengerahkan tenaga untuk pembersihan sampah lautan. Menyediakan tempat pembuangan sementara di sekitar perairan. Hingga memasang berbagai papan imbauan yang mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di lautan. Nurdin mengaku perlu adanya cara yang lebih tegas lagi untuk menyembuhkan kebiasaan buruk ini.

“Menggunakan pergub salah satunya. Ini salah satu upaya yang akan dikeluarkan,” tutur Nurdin.

Meski belum memberikan keterangan lebih rinci, pria berkumis ini memastikan dirinya akan mengeluarkan Peraturan Gubernur untuk menjaga kebersihan lautan Kepri.

“Secepatnya, untuk menjaga laut Kepri,” tegas Nurdin. (aya)

Respon Anda?

komentar