ilustrasi F. Eusebius Sara/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Batam menerima limpahan 31 orang warga sipil yang tak memiliki kartu identitas yang terjaring razia gabungan TNI dan Polri yang menggelar di sejumlah tempat hiburan malam di Nagoya, Sabtu (22/4) malam lalu.

Setelah didata dan dipanggil pihak keluarga ke 31 warga sipil itu dipulangkan, Minggu (23/4) pagi.

Kasi Trantib Sat Pol PP Batam Imam Tohari mengatakan, pihaknya tidak bisa menahan lebih lama ke 31 warga tanpa kartu identas tersebut sebab keluarga mereka cukup kooperatif mau menjemput dan menjamin mereka yang diamankan itu.

“Memang mereka tak punya KTP atau kartu identitas lain, tapi ada keluarga yang jemput makanya dipulangkan,” ujar Imam, kemarin.

Sebelumnya mereka memang menahan 31 warga sipil itu karena memang tak memiliki kartu identitas apapun. Ini bertujuan untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan.

“Yang razia tim gabungan TNI dan Polisi, tapi karena warga sipil yang mereka diserahkan ke kami,” ujar Imam.

Mereka yang sempat diamankan itu juga telah didata agar dan diperingati agar secepatnya melengkapi kartu identitas mereka.

“Sebagai warga negara yang baik harus punya KTP lah,” imbau Imam.

Seperti yang diketahui, beberapa malam terakhir ini, POM TNI dan Polisi rutin melakukan razia gabungan di sejumlah tempat hiburan di Nagoya dan Jodoh. Razia dengan sasaran anggota TNI dan Polri yang terlibat narkoba ataupun menikmati hiburan malam itu, tim gabungan malah mengamankan sejumlah warga yang tak memiliki kartu identitas. Mereka kemudian diserahkan ke Satpol PP kota Batam untuk didata dan ditindak lanjut. (eja)

Respon Anda?

komentar