batampos.coid – Warga Tanjungpinang terkejut mendapati tagihan listrik bulanannya melonjak. Ngalijo salah satu pelanggan yang baru-baru ini mengalami hal tersebut. Namun tagihan yang memang belum dibayarkannya selama dua bulan ini, mencapai angka yang sangat besar jika dibandingkan penggunaan listrik di rumahnya.
“Listrik bulan Maret memang belum terbayar, berhubung saya keluar kota. Jadi rumah sebenarnya kosong sebulan,” tutur Ngalijo.
Maka tak heran ia kaget bukan kepalang, saat petugas PLN mengirimkan peringatan membayar tagihan untuk Maret dan April, sebesar Rp 951.000 lebih. Padahal menurutnya, jika sekaligus menumpuk tagihan menjadi dua bulan, tagihan yang dibayarkan tak sampai Rp 700 ribu. Padahal selama dua bulan tersebut, listrik tak digunakan penuh.
“Di kertas tidak ada rincian tagihan per bulan. Langsung totalnya saja. Tetap saja tidak rasional, daya rumah 1300 Va selama April hanya sampai pertengahan bulan pun gak banyak digunakan. AC juga rusak, udah lama tak dipakai,” ujar Ngalijo berang.
Setelah mencari-cari informasi ke benerapa rekannya, Ngalijo menuturkan ia tak satu-satunya yang mengalami hal tersebut. Beberapa rekan menceritakan tagihan listrik melonjak tak masuk akal. Ia sendiri pernah mengalami kenaikan yang tak lazim. Namun tak pula sampai setinggi tagihan yang didapat kali ini.
Mencari penjelasan, Ngalijo mendatangi kantor Pelayanan PLN. Untuk mendapatkan angka meteran. “Bener kan rupanya kelebihan meterannya itu,” terang Ngalijo.
Dari penjelasan yang ia dapatkan, kelebihan itu berhubung pihak PLN memperkirakan angka meteran listrik di rumahnya. Sistem PLN otomatis menghitung tiga bulan terakhir. Sehingga angka meteran meningkat drastis. Dan memengaruhi tagihan.
“Mereka pakai kira-kira. Karena rumah kosong dan pagar digembok jadi tidak bisa masuk,” Ngalijo menjelaskan.
Namun yang ia sayangkan, angka tagihan sebesar Rp 900 ribu lebih itu tetap harus dibayarkan. Meski kekeliruan diakui PLN, namun sistem pencatatan tak dapat diubah. “Walhasil dipotong pada tagihan mendatang,” lanjut dia.
Terpisah, anggota legislatif dapil Tanjungpinang, Rudy Chua menuturkan melonjaknya angka tahihan listrik rumahan bisa terjadi karena sistem pencatatan PLN masih menggunakan tenaga manual.
“Salah satu keluhan yang sering terjadi adalah pelanggan mendapat tagihan yang melonjak akibat kesalahan pencatatan bulan sebelumnya. Yang mana pada saat PLN mendapati kesalahan tersebut, mereka membebankan kepada pelanggan di tagihan berikutnya,” tutur Rudy.
Kalau tak salah hitung saat ini, lanjut Rudy, berarti mereka salah hitung bulan sebelumnya. “Dan baru ketahuan sehingga dibebankan ke pelanggan sekarang,” jelasnya. (aya)

Respon Anda?

komentar