batampos.co.id – Polresta Barelang berencana membentuk Tim Saber Pungli khusus untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Batam tahun ini. PAsalnya hampir tiap tahun ajaran baru, banyak sekolah yang melakukan pungli selama PPDB.

AKBP Hengki

Kapolresta Barelang, AKBP Hengki mengatakan, segala pungutan sekolah yang tak sesuai, ditetapkan sebagai pungli. Sekolah, tidak bisa menentukan pungutan-pungutan, tanpa seizin dari Dinas terkait, maupun aturan yang ditetapkan. “Harus transparan,” tegas Hengki, Sabtu (22/4/2017) lalu.

Untuk tim yang akan dibuat, Hengki mengaku akan melibatkan semua pihak. Mulai dari kepolisian, maupun dari dinas pendidikan. “Meski tak menjabat Ketua Saber Pungli, saya tetap sebagai pembina dan pelindung. Jadi, semua bisa kita koordinasikan,” paparnya.

Kepada masyarakat, ia meminta lebih melek hukum, karena pungli bisa menyangkut siapa saja. Baik penerima dan pemberi, semua bakal dihukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Jangan dipaksakan. Kalau tak bisa masuk sekolah, ya cari yang lain. Jangan bayar. Semua harus sesuai standar,” katanya.

Ia juga mengingatkan, tim Saber Pungli menangkap petugas ASDP yang terlibat suap. Hal ini merupakan gambaran yang terjadi, jika masyarakat terutama pelaku pungli, ketahuan.  “Semua akan kita amankan, termasuk yang memberi. PPDB harus berjalan lancar,” jelasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, mengaku akan mensupport penuh usulan Kapolres yang akan membuat tim untuk menangani masalah ini. Aman tak ingin, masalah seperti ini menjadi tradisi yang terjadi setiap tahun. “Kita butuh dukungan semua pihak. Dan jika Komisi IV dilibatkan, kita akan bekerjasama semaksimal mungkin,” katanya.

Ia menjelaskan, PPDB yang terjadi memang sering menimbulkan masalah. Pungli yang terjadi di sekolah, bukan lagi menjadi rahasia sepihak. Masyarakat umum, kebanyakan sudah tahu akan hal ini. “Hal ini mengakibatkan wajah pendidikan kita yang terdegradasi,” jelasnya.

Dengan persiapan yang matang, Aman yakin PPDB tahun ini bisa berjalan lancar. “Apalagi kita masih punya waktu sampai Juni. Masih ada waktu mempersiapkan semuanya,” jelasnya. (rng)

Respon Anda?

komentar