Sidang terdakwa Ruslan dalam perkara narkotika beragendakan pemeriksaan saksi di PN Batam, Selasa (25/4/2017). Foto:Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Perkara narkotika yang menjerat Ruslan bin Jais berlanjut ke sidang beragendakan pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (25/4/2017). Terdakwa membantah sebagai pemilik ekstasi 49.930 butir.

Jaksa penuntut umum (JPU) Yogi Nugraha menghadirkan empat saksi penangkap dari Polresta Barelang. Keempatnya menjelaskan kronologi penangkapan terdakwa di Pantai Stres Batuampar, Desember 2016 lalu.
Saksi mengatakan, pihaknya mendapat informasi akan terjadi transaksi narkotika di tempat tersebut. “Kami langsung menuju TKP dan melihat terdakwa sesuai ciri-ciri yang dimaksud,” ujar saksi dihadapan majelis hakim yang dipimpin Endi.

Tampak terdakwa menenteng dua kantong plastik yang setelah diperiksa berisikan puluhan ribu ekstasi. Tepatnya, 49.930 butir ekstasi dengan berat 17.096 gram. “Barang bukti tersebut merupakan titipan Mohan (DPO) di Malaysia yang diberikan ke terdakwa melalui orang suruhan Mohan,” lanjut saksi lainnya.

Para saksi juga memaparkan terdakwa dijanjikan upah RM 1.000 atau sekira Rp 3 juta, jika barang titipan itu dijemput pembeli. “Terdakwa belum tahu kemana ekstasi itu akan diserahkan. Menunggu arahan dari Mohan,” terang saksi.

Dari keterangan saksi-saksi itu, terdakwa membantahnya. Ia mengatakan, saat itu dalam kondisi mabuk dan berjalan di pinggiran Pantai Stres. “Tangan saya kosong, tidak ada membawa suatu benda apapun,” jelasnya.
Terdakwa menambahkan, ia didatangi para saksi lalu dibawa ke tempat yang tak jauh dari posisinya berdiri saat itu. “Di sana ada dua kantong plastik, mereka suruh saya pegang dan saya langsung difoto,” papar terdakwa.

Sambungnya lagi, ia diminta untuk mengaku bahwa barang tersebut adalah miliknya. Bahkan terdakwa sempat ditutupi matanya dengan lakban agar tidak tahu kemana ia dibawa.

“Saya hanya dengar suara mereka yang berbicara lewat telepon bahwa kami sudah dekat ke Tanjungriau. Kemudian saya disuruh turun dari mobil, dan tak lama kami berangkat lagi menuju Polresta Barelang,” ungkap terdakwa.

Pengakuan terdakwa itu sontak mengundang perhatian pengunjung. Namun para saksi menyebutkan keterangan terdakwa itu tidak benar. “Dia berbohong yang mulia,” ucap saksi.

Usai mendengar keterangan saksi dan tanggapan terdakwa, majelis hakim kembali menjadwalkan persidangan Ruslan bin Jais pekan depan. (nji)

Respon Anda?

komentar