Kapolres Karimun, AKBP Armaini didampingi Kasat Reskrim, AKP Dwihatmoko menunjukkan barang bukti hasil pembobolan Toka Mas Naura dan satu tersangka wanita. F.Sandi/batampos.

batampos.co.id – Tim Buser Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Karimun berhasil mengamankan satu orang wanita yang terlibat dalam aksi pembobolan atau pencurian dengan pemberatan (Curat) di Toko Mas Nuara yang berlokasi di Pasar Puan Mainun, Kecamatan Karimun Kamis (13/4) dua pekan lalu.

”Hasil penyelidikan yang kami lakukan akhirnya mengetahui siapa saja pelaku yang terlibat dalam aksi Curat Toko Mas Naura di Pasar Puan Maimun beberapa waktu lalu. Jumlahnya lima orang, salah satunya wanita berinisial T yang sudah ditangkap pekan lalu di tempat tinggalnya di Bengkong, Batam. Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti perhiasan dalam bentuk perak berbagai model. Seperti kalung, gelang, anting dan juga cincin diperkirakan nilainya Rp20 juta,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Armain, Selasa (25/4).

Untuk empat orang lagi, kata Kapolres, sudah lari meninggalkan batam dan diperkirakan seluruhnya berada di Pulau Jawa. Namun, keempat pelaku identitasnya sudah diketahui. Masing-masing berinisial Ab, Di, Ed dan Si. Bahkan, salah seorang DPO berinisial Ed merupakan abang kandung dari tersangka T. Untuk barang bukti dalam bentuk emas sudah dibawa keempat pelaku. Sedangkan dalam bentuk perak masih ditangan tersangka.

”Terungkapnya aksi Curat di Toko mas Naura yang menimbulkan kerugian Rp 430 juta berawal dari salah satu barang bukti yang ditinggalkan pelaku di dalam toko mas. Yakni, tabung gas elpiji brigh 12 kg. Dengan adanya tanda pada tabung gas, maka polisi langsung menuju ke tempat yang menjualnya. Dan, di tempat menjual juga ada CCTv dan setelah dilihat rekaman CCTv yang ada di tempat penjualan gas elpiji terlihat seorang perempuan yang membawa tabung gas yang dimaksud. Selain itu, rekaman CCTv di pasar juga dicocokan, ternyata benar salah satu pelaku adalah wanita,” paparnya.

Dikatakan Kapolres, jadi sebelum beraksi di Toko Mas Naura, tersangka T ditugasi mencari tempat tinggal di Pelipit, Kecamatan Karimun. Setelah itu, melakukan pengamatan selama dua hari terhadap toko mas tersebut. Karena, di dalam toko mas tidak ada CCTv dan berangkas untuk menyimpan barang berharga juga kecil. Setelah dapat tempat tinggal tersangka T pulang ke Batam dan datang bersama rombongan ke Tanjungbalai Karimun membawa tabung eksigen dan juga cutting torch atau alat pemotong besi menggunakan gas.

”Pada saat pembobolan terjadi, tersangka T ikut ke lapangan. Namun, yang melakukan pembobolan berangkas hanya dua orang. Sedangkan T bersama dua orang yang lain melakukan penjagaan di luar toko. Aksi kelima pelaku berlangsung mulus sebab dua hari melakukan pantauan dari sore sampai dengan malam hari. Sehingga, sudah mengetahui kapan bisa melakukan aksinya tanpa ketahuan sekuriti pasar,” ungkapnya. (san)

Respon Anda?

komentar