Penumpang pompong menggunakan jaket keselamatan (Life Jacket) saat hendak menyebrang ke Pulau Penyengat, Sabtu (27/8). Life Jacket wajib digunakan saat menggunakan transportasi laut untuk menjaga keselamatan penumpang selama berada dilaut. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengintruksikan kepada penambang pompong Pulau Penyengat untuk mewajibkan penumpangnya menggunakan life jacket. Sebab life jacket berperan penting dalam memberikan keselamatan nyawa penumpang ketika berada di laut.

“Penambang pompong wajib mengingatkan penumpangnya gunakan life jacket. Kami gak mau insiden pompong terbalik terulang kembali,” ujar Lis dihadapan peserta penyuluhan peningkatan Kemampuan SDM Perhubungan Laut, di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Tanjungpinang, Selasa (25/4).

Dari hasil tinjauannya, kata Lis pemakaian life jacket semakin berkurang. Tercatat dari 200 penumpang yang hilir mudik ke Pulau Penyengat setiap pekannya, hanya 40 persen saja berminat menggunakan life jacket. Selebihnya enggan menggunakan karena kondisi life jacket itu bau dan kotor.

Fenomena minimnya kesadaran keselamatan belayar ini, lanjut Lis tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena dapat membahayakan jiwa penumpang selama aktivitas penyebrangan antar pulau. Apalagi kondisi alam sulit diprediksi jadi utamakanlah keselamatan dibandingkan penampilan atau bergaya.

“Gak ada yang mampu pastikan baik dan buruknya cuaca. Jadi antisipasilah hal yang tidak diinginkan dengan melengkapi alat keselamatan. Sehingga jika musibah melanda tak sampai menelan korban jiwa maupun korban nyawa,” bebernya.

Agar penumpang pompong berminat menggunakan life jacket, sambung Lis diminta para penambang lebih jeli memikirkannya. Seperti mencari formulasi wewangian ataupun sabun pembersih yang tepat sehingga life jacket terjamin kebersihannya. Sedangkan untuk ketersediaannya akan diadakan melalui APBD maupun kerjasama pihak terkait.

“Jasa Raharja dan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri memberikan bantuan kepada penampang pompong. Seperti life jacket, lifebuoys, dan lampu navigasi sedangkan dari pemerintah akan diserahkan langsung kepada Dishub Tanjungpinang,” akunya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Tanjungpinang, Abu Mansur mengatakan kegiatan ini digelar agar penambang pompong, supir lori dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Kota ini memahami pentingnya keselamatan kerja. Kemudian peserta juga dapat mengetahui teknik-teknik ketika memberikan pertolongan kepada orang lain atau penumpang.

“Penyuluhan ini sangat penting karena dapat menambah pengetahuan dan pemahaman dilingkup kerja masing-masing. Maka diminta para peserta bisa mengikutinya dengan serius,” katanya.

Selain penyuluhan, kata Abu peserta juga mendapatkan bantuan alat-alat keselamatan secara gratis. Diantaranya dari Jasa Rahaja dan BI Perwakilan Kepri berupa 25 unit life jacket, 25 unit lifebbuoys dan 25 unit lampu navigasi. Sedangkan dari APBD Tanjungpinang berupa seragam kerja untuk supir lori dan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM).

“Peserta yang mengikuti acara ini sebanyak 70 orang. Namun yang menerima bantuan dari Jasa Rahaja dan BI Kepri hanya 25 orang. Sedangkan sisanya dibantu oleh APBD,” ungkapnya. (ary)

Respon Anda?

komentar