batampos.co.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura mengundang Pemerintah Kabupaten Karimun dan Badan Pengelolaan (BP) Kawasan FTZ Karimun ke Singapura untuk bertemu dengan pelaku bisnis yang ada di Singapura untuk mempromposikan potensi investasi yang ada.

”Kita mendapatkan undangan dari KBRI dalam rangka forum bisnis dan investasi. Dalam pertemuan yang dilaksanakan hari ini (kemarin, red) KBRI sudah mengundang pelaku bisnis atau perusahaan dari luar Singapura, namun memiliki kantor cabang di Singapura. Dari pemberitahuan yang kita terima bahwa ada beberapa pelaku bisnis dari Amarika Sarikat, Kanada dan Cina yang akan hadir dalam kegiatan tersebut,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Sularno kepada Batam Pos, Kamis (27/4).

Latar belakang pelaku bisnis yang berasal dari tiga negara tersbeut, kata Sularno, sebagian besar bidang usahanya bergerak di galangan kapal. Namun, ada juga yang usahanya dibidang pariwisata. Untuk indusri galangan kapal, seperti yang diketahui di wilayah Pulau Karimun sudah tidak ada lagi lokasi. Khusnya lokasi yang dekat dengan pantai, karena memang salah satu syarat lahan untuk industri galangan kapal harus dekat dengan laut. Sebaliknya, jika untuk industri manufaktur dan pariwisata, lahannya masih tersedia. Hanya saja, untuk status kepemilikan masih milik masyarakat.

”Meski tidak ada lagi lahan untuk industri galangan kapal di Pulau Karimun, namun pemerintah kita mempunyai kebijakan untuk meningkatkan investasi di suatu daerah. Salah satunya dengan dengan menetapkan suatu pulau sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). Sejauh ini, yang sudah ada satu pulau yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai KEK. Yakni, Pulau Asam, Kecamatan Meral Barat,” jelasnya.

Sehingga, lanjut Sularno, tidak menutup kemungkinan jika memang ada investor yang benar-benar ingin investasi di karimun dibidang galangan kapal di luar Pulau Karimun yang tentunya tidak ada fasilitas FTZ. Tapi, dengan adanya dengan fasilitas KEK, hal ini bisa saja diwujudkan. Apalagi, saat ini Pemerintah Kabupaten Karimun telah mengusulkan juga Pulau Durian dan Pulau Mudu untuk dijadikan KEK. Secara administrasi sudah lengkap. Tinggal menunggu pengesahan dari pemerintah pusat saja. Dan, seandainya ada investasi di antara dua pulau tersebut, pemerintah bisa mengajukan ke pemerintah pusat.

Sementara, pengusaha asal Singapura tertarik untuk menanamkan investasi dibidang pertanian di Karimun. (san)

Respon Anda?

komentar