batampos.co.id – Angin puting beliung merobohkan astaka untuk pelaksanakan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke XI tingkat Kabupaten Natuna yang dibuat di halaman masjid Agung Natuna , Kamis (27/4).

Tidak hanya bangunan astaka, tenda-tenda yang sudah terpasang untuk para undangan pada kegiatan STQ terlihat rata dan tiang-patah. Bahkan menurut saksi mata, kursi- kursi berterbangan saat angin menghantam kawasan masjid agung yang disertai hujan deras.

Kejadian mengerikan itu tidak berlangsung lama. Namun cukup membuat kerusakan cukup parah dan menumbangkan pohon di sekitar area masjid agung. Bahkan hujan lebat dan angin kencang sekitar 20 menit tersebut merusakkan dua rumah yang tidak jauh
dikawasan masjid agung.

Marleni, seorang Staf di Dinas Perhubungan Pemkab Natuna mengaku, kejadian sangat cepat dan mendadak. Ia bersama rekan-rekan lainnya berhamburan keluar dari tenda Pos Dishub yang berada di samping masjid Agung.

“Kami semua menyelamatkan diri. Anginnya sangat kencang. Kami berusaha nyari pegangan. Tenda kami roboh semua,” ujar Marleni.

Tidak hanya merusakan banguan astaka, peralatan soun sistem dan penerangan STQ juga rusak setelah terhempas angin puting beliung.

“Peralatan sound sistem rusak semua. Karena ada yang terjatuh dan kemasukan air,” ujar Buyung seraya menggulung kabel.

Beberapa keramik-keramik dinding di gapura depan Mesjid Agung Natuna pun terlepas dan berserakan. Sementar kerusakan juga dialami pedagang yang mendirikan kios-kios dagangannya diarea masjid agung.

“Pedagang kios sekitar area masjid agung banyak berlarian menyelamatkan diri, ketika atap kios mereka berterbangan,” sebut Omi seorang pegawai Pemda Natuna.

Belum diketahui kerugian materil yang di sebabkan kejadian tersebut. Namun tidak dipastikan tidak terdapat korban jiwa. Sejumlah Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Natuna terlihat meninjau astaka STQ di masjid agung yang sudah porak poranda.

“Pelaksanaan STQ tidak akan tertunda, karena bisa dilaksanakan didalam masjid. Bangunan astaka peruntukan utamanya untuk penutupan nantinya,” ujar Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemkab Natuna, Kartina Riauwita.(arn)

Respon Anda?

komentar