batampos.co.id – Tak kunjung tuntasnya persoalan Tarif Listrik Batam (TLB) menjadi perhatian PLN Pusat. Saat ini, sedang dilakukan kajian tarif listrik di Batam disesuaikan dengan Tarif Dasar Listrik (TDL) Nasional. Kebijakan tersebut dibuat untuk menjaga stabilitas Batam ke depan.

“Sudah ada penjajakan dari PLN Pusat untuk mengambil alih pembahasan TLB. Menurut saya ini lebih baik, daripada persoalan ini terus berlarut-larut,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua, Kamis (27/4) di Kantor DPRDKepri, Tanjungpinang.

Menurut Rudy, adanya aksi protes sejumlah masyarakat Batam, pasca kenaikan yang ditetapkan gubernur bisa mengganggu stabilitas Batam kedepan. Masih kata Rudy, kalau benar PLN Pusat yang mengambil alih, tentu beban pembahasan ini akan diselesaikan oleh pusat.

“Artinya hanya persoalan tarif saja yang dilebur. Untuk manajeman tetap dibawah kendali bright PLN Batam,” papar Legislator Dapil Tanjungpinang tersebut. Masih kata Rudy, kebijakan tersebut bisa saja terjadi, yakni dengan melihat kemampuan PLN Batam. Karena harus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Pembina Ikatan Tionghoa Muda (ITM) tersebut menjelaskan, ada sisi baiknya apabila mengikuti TDL Nasional.

“Masyarakat yang kurang mampu bisa mendapatkan subsdi langsung dari negara. Karena selama ini subsidi ditanggung oleh usaha dan industri,” jelas politisi Hanura tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri, Amjon membenarkan adanya wacana tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut terjadi apabila pembahasan revisi TLB deadlock atau tidak menemukan solusi terbaiknya. Masih kata Amjon, keputusan yang dibuat sudah merupakan sangat bijak.

“Masyarakat bisa menilai, apakah keputusan yang dibuat sekarang realistik atau tidak. Tentu akan lebih membebankan, kalau mengikuti TDL.

Menurut Amjon, pihaknya saat ini terus berupaya untuk mencari solusi terbaik. Karena persentase kenaikan adalah untuk kepentingan bersama. Yakni jaminan adanya pelayanan listrik yang baik bagi masyarakat. Apalagi sekarang ini, listrik adalah kebutuhan dasar bagi kehidupan.

“Apabila kita paksakan merubah TLB, kemudian kondisi PLN tidak menjanjikan. Tentu yang dikorban adalah pelayanan kepada masyarakat,” papar Amjon.(jpg)

Respon Anda?

komentar