Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

Namanya krematorium, keahliannya adalah membakar jenazah yang akan diabukan. Namun, hari itu, bangunan perusahaan tersebut ikut terbakar.

Adalah Hillside Chapel Crematorium di Ohio, Amerika, Serikat, yang terbakar itu, Selasa (25/4), lalu.

Don Catchen, pemilik rumah duka itu, menjelaskan bahwa kebakaran bersumber dari api yang keluar dari tungku pembakaran. Usut punya usut, hal tersebut ternyata disebabkan ukuran jenazah yang diabukan kelewat besar.

”Badan jenazahnya masuk kategori obesitas,” ucapnya.

Sebagaimana dikutip WCPO, ruang tungku tidak mampu menampung janazah. Api pun ”lolos” dari tungku pembakaran. Lalu, menjilat dinding terdekat dan atap.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

”Petugas yang melakukan kremasi segera menyelamatkan diri saat api mulai keluar tungku,” kata Catchen.

Dia menyatakan, kerusakan tidak terlalu parah. Sebab, semua barang di rumah duka dibuat tahan api.

”Cuma satu tungku yang rusak. Jenazah lain yang belum dikremasi bisa diselamatkan,” imbuhnya.

Kebakaran itu membuat sistem perpipaan rusak dan sebagian genting plus papan kayu rusak. Nilai kerugian diperkirakan USD 30 ribu (Rp 405 juta).

Mungkin, ada benarnya mengikuti tip para chef. Masak dengan api kecil supaya tidak cepat hangus. (Metro/fam/c6/ang)

Respon Anda?

komentar