BJ Habibie.
foto: putut / batampos

batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id, BJ Habibie, mantan Ketua Otorita Batam (sekarang BP Batam) memiliki pandangan tersendiri tentang lahan di Pulau Batam.

Terkait kebijakan pimpinan BP Batam, khususnya soal lahan yang banyak dikeluhkan pengusaha, ia menilai kebijakan-kebijakan pimpinan BP Batam menyangkut lahan sudah tepat. Bahkan ia mendukung langkah pimpinan BP Batam untuk menarik kembali lahan-lahan tidur di Batam.

“Batam ini bukan untuk para spekulan lahan. Jangan seenaknya saja ambil lahan,” tegasnya.

Habibie bahkan meminta lahan yang sudah dialokasikan namun tak kunjung dibangun dalam kurun waktu sembilan bulan, maka lahan tersebut harus ditarik kembali. Tidak boleh dibiarkan terlantar mengingat Batam memiliki keterbatasan  lahan.

“Diperpanjang jadi sembilan bulan lagi kalau alasannya jelas, tapi kalau sampai 10 kali belum juga dibangun. Harus tegas,” kata Habibie.

Pria usia 81 tahun ini mengingatkan sejarah pembangunan Pulau Batam, Pak Harto yang kala itu Presiden RI memerintahkan pertamina untuk mengembangkan Pulau Batam. Barulah kemudian dibentuk lembaga khuisu yang bernama Otorita Batam. Pembangunan pulau ini dibiayai oleh uang negara.

Menurutnya, persoalan keterbatasan lahan bukan hanya terjadi di Batam, tapi juga di daerah lain di Indonesia. Bahkan di berbagai belahan dunia. Apalagi jika lahan tersebut berada di kawasan strategis seperti Batam.

“Modal akan datang dimanapun ada lahan subur, strategis, dan aman. Baik itu dari luar negeri maupun dalam negeri,” kata Habibie.

Habibie mengajak semua kalangan mendukung kepemimpinan Hatanto dan para deputinya dalam menjalankan tugas di BP Batam sepanjang tidak bertentangan dengan aturan yang ada dan UUD. “Saya percaya mereka mampu. Mereka orang-orang baik,” katanya.(nur)

Respon Anda?

komentar