Astaka STQ ke IX Natuna di halaman Masjid Agung Natuna porak poranda diterjang angin puting beliung, Kamis (27/4). F Aulia/batampos.

batampos.co.id  – Pasca diterpa angin puting beliung hingga merusak bangunan astaka di halaman Masjid Agung, Kamis (27/4) siang kemarin, kegiatan STQ ke IX tingkat Kabupatrn Natuna berjalan normal, tadi malam.

Panitia STQ menyiapkan di dalam ruang masjid menjadi tempat seleksinya para qori dari berbagai cabang yang dilombakan.

Ketua Panitia STQ ke-IX Kabupaten Natuna, Syarifudin mengatakan, rusaknya podium di astaka tidak merubah jadwal qori peserta STQ bertanding.

Panitia katanya, astaka STQ yang rusak terkena terpaan angin puting beliung tidak akan diperbaiki. Mengingat waktu pelaksanaan tidak terkejar, menunggu astaka kembali diperbaiki.

“Bangunan astaka hancur, kayu-kayunya juga sudah tidak bisa dipakai lagi. Besi-besi tenda juga rusak, ada yang patah. Kalau kegiatan tetap diluar, rasanya tidak mungkin. Pemerintah akan keluarkan biaya besar,” ujar Syarifudin, Jumat (28/4).

Sementara dalam jadwal STQ ke IX ini sambungnya, akan ditutup Sabtu (29/4) malam. Dengan kondisi sekarang, penutupan juga akan dilaksanakan sederhana didalam masjid agung.

“Memang sebebarnya sedikit terkendala, karena kegiatannya padat disiang hari. Sabtu malam jadwal penutupan tidak bisa digeser, karena sudah mepet untuk persiapan ke tingkat Provinsi,” ujarnya.

Angin kencang disertai puting beliung di Ranai Kamis siang kemarin sangat mengejutkan warga, pasalnya terjadi dikawasan masjid agung sekitarnya. Selain merusak bangunan astaka, terpaan angin juga merusak atap rumah warga dan satu sekolah terkena imbas.

Bahkan saat kejadian, menyebabkan siswa SMN 2 Ranai ketakutakan saat menjalani proses belajar mengajar. Dan mendadak angin merusak atap sekolah mereka.

Selain atap sekolah, merusak tiga atap rumah warga dikawasan esek-esek kampung puak yang tidak jauh dari masjid agung.(arn)

Respon Anda?

komentar