Gubernur Kepri Nurdin Basirun memberikan cendramata kepada rektor IPDN Ermaya Suradinata usai memberikan pembekalan tentang revolusi mental di aula kantor Gubernur, Tanjungpinang, Jumat (28/4). F.Humas Pemprv Kepri untuk batampos.

batampos.co.id – Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Ermaya Suradinata memberikan “kuliah” tentang revoluasi mental bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemprov Kepri di Aula Kantor Gubernur, Tanjungpinang, Jumat (28/4). Dikatakannya, revolusi mental harus dimulai dari diri sendiri.

“Revolusi mental merupakan gerakan perubahan yang cepat, komprehensif, integral, holistik, dan mempunyai nilai-nilai dalam pencapaian tujuan,” ujar Ermaya.

Menurutnya, keberhasilan gerakan nasional revolusi mental ditentukan oleh seluruh komponen bangsa. Yakni, dengan memperkuat peran nyata penyelenggara negara dan seluruh elemen masyarakat. Atas dasar itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus bisa menjadi penggerak utama Revolusi Mental.

Mantan Gubernur Lemhanas tersebut menjelaskan, peningkatan sumber daya manusia sangat dibutuhkan. Apalagi saat ini dituntut memiliki inovasi dalam bekerja. Ditegaskannya, kecepatan terhadap kepekaan aparatur dituntut dalam menanamkan karakter pribadi yang tangguh. Kecepatan tersebut antara lain, cepat tanggap, cepat temu, cepat tepat, cepat tindak dan cepat tuntas.

“Perubahan mental atau model perilaku aparatur dilakukan dengan revolusi mental birokrasi. Yakni perubahan cepat yang diharapkan dapat mendorong terciptanya pola pikir dan budaya kerja yang positif, sehingga akan menciptakan birokrasi yang bersih, akuntabel, efisien dan efektif serta mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” paparnya.

Sebelum memberikan kuliah, Ermaya diterima Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun di ruang kerjanya.

Gubernur berterimakasih kepada Ermaya karena sudi menghadiri undangannya datang ke Kepri yang kemudian diminta untuk memberikan pembakalan bagi ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Kerpri terkait revolusi mental.

“Terimakasih Prof sudah sudi datang ke Provinsi Kepulauan Riau. Kami mohon kesediaan profesor untuk membrikan pembekalan kepada ASN di Kepri ” kata Gubernur di Ruang Kerjanya.

Saat ini, kata Nurdin, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sedang memiliki PR besar yang harus di selesaikan dengan revolusi mental ini. Yakni bagaimana dalam pilkada nantinya masyarakat dapat memilih pemimpin daerah bukan karena uang tapi dgn capaian-capaian kinerja calon pemimpinnya.

Selain itu menurut mantan Bupati Karimun ini, ASN juga agar bisa bekerja sesuai aturan yang ada. Menegakkan kedisiplinan dan sebagainya.

“Penyakit ASN kita ini bisa dikatakan seperti sudah stadium 4. Contohnya, waktu ada peraturan masuk pukul 07.30 WIB mereka sudah syok duluan. Atau waktu ada mutasi pegawai, mereka sudah seperti kiamat. Padahal mutasi di Lingkungan Pemerintah itu adalah hal yang wajar, hal seperti inilah yang harus kita benahi, lewat revolusi mental” kata Nurdin.

Nurdin juga menjelaskan bahwa perlahan-lahan dirinya telah menanamkan sikap revolusi mental ke masyarakat dengan cara rajin sholat subuh di Masjid. Nurdin ingin menanamkan pemahaman kepada masyarakat bahwa sholat di masjid adalah sebuah kebutuhan bukan sekedar kewajiban saja.

Rektor IPDN, Ermaya Suryadinata mengatakan  memiliki peran penting dalam melakukan perubahan besar menuju perbaikan suatu daerah yang dipimpinnya.

 

“Gubernur itu merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah yang harus mensukseskan setiap program yang digelontorkan pusat ke daerah,” kata Ermaya. (jpg)

 

Respon Anda?

komentar