batampos.co.id – Sejumlah perusahaan Jepang tertarik untuk mengembangkan Bandar Udara Hang Nadim. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain Deloitte, Fibetech, Nippon Koei dan Mitsui.

“Mitsui bahkan sudah menyatakan minatnya untuk ikut dalam proses tender internasional Hang Nadim pada bulan Juni ini,” ungkap Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, Sabtu (29/4).

Ia memaparkan ketertarikan Mitsui setelah kembali dari Jepang. Di negara matahari terbit itu, BP Batam bekerjasama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan KBRI Tokyo melakukan promosi mengenai tender internasional Bandara Hang Nadim dan skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Di depan 100 peserta, Eko menjelaskan tender tersebut akan dimulai pada Juni dengan nilai investasi untuk program pengembangan Hang Nadim sebesar 448 juta dolar Amerika.

“Selain Jepang, negara lainnya seperti Korea Selatan, India dan Prancis juga ikut menyatakan ketertarikan,” ungkapnya.

Selain bandara, BP Batam juga mempromosikan proyek pengembangan pelabuhan Batuampar.

“Mitsui juga tertarik untuk mengelola pembangunan Batuampar,” imbuh Eko.

Selain acara promosi, BP Batam dan peserta lainnya juga mengadakan pertemuan dengan manajemen Haneda Airport Management yang merupakan salah satu bandara terbesar di Jepang. Kemudian perusahaan listrik PLTU J Power dan Japan Bank for International Cooperation.

“BP Batam sangat optimis bahwa pengembangan bandara internasional yang mempunyai landas pacu terpanjang di dunia ini dapat berjalan dengan skema KPBU,” pungkas Eko. (leo)

Respon Anda?

komentar