batampos.co.id РDua orang nelayan Desa Sepempang Natuna, dirompak delapan orang menggunakan senjata AK 47 di tengah laut saat menangkap ikan di periaran Natuna, Kamis (27/4).

Dua nelayan yang jadi korban ini adalah Muin bersama anaknya Ujang. Mereka dipepet tugboat dan dipaksa merapat. Beruntung kemudian mereka dilepas, namun dua fiber ikan dirampas.

Menurut pengakuan Muin, seperti biasa kapal Tugboat lalu lalang di lepas pantai. Siang itu posisi mereka sekitar 60 mil lepas pantai Ranai. Tiba-tiba tugboat menghadang dan sekitar delapan orang gunakan sebo bersenjata AK 47 menodong ke arah pompong.

“Saya tak bisa mengontak minta tolong lewat radio. Kami sudah ditodong pakai senjata lengkap. Ada 8 orang di tugboat, orangnya bertato dan pakai sebo,” ungkap Muin Minggu (30/4).

Selama tiga jam mereka dinaikkan ke tugboat. Ditanyai bos ikannya. Lalu diancam agar tidak menangkap ikan lagi  di wilayah tersebut.

“Kejadian itu, kami berada sekitar 60 mil lepas pantai sebelah Timur pulau Bunguran. Mereka mengakunya dari Malaysia. Tapi logat bahasanya bukan Malaysia,” ujar Muin.

Sekretaris Desa Sepempang Hadri membenarkan kejadian yang menimpa nelayan di Desanya. Namun secara resmi korban belum menceritakan kejadianya.

Pihak Lanal Ranai sendiri menyatakan, belum menerima laporan resmi dari nelayan yang menjadi korban pembajakan tersebut.

Sementara sejumlah nelayan di Ranai mengaku cemas atas kejadian pembajakan tersebut. Ishak nelayan Desa Tanjung mengaku, kejadian tersebut sebelumnya tak pernah terjadi.

“Tugboat sudah biasa lalu lalang di perairan Natuna, 30 mil sampai 50 mil kepas pantai. Nelayan juga biasa memancing ikan, pembajakan ini kami juga cemas,” ujar Ishak.(arn)

Respon Anda?

komentar