Vokalsi Wali Band, Farhan Zainal Muttaqin menghibur 1.200 turis asal Singapura di gedung Sumatra Expo, Batamcentre, Sabtu (29/4). Wali Band khusus diundang oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Dispar Provinsi Kepri dan Dispar Kota Batam ke Batam untuk menghibur para turis dengan tema Wonderful Indonesia. F. Dalil Harahap/Batam Pos

“Tiga jempol untuk Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam. Batam jadi makin ngetop di Singapura. Dampak ekonominya pun sangat besar. Terimakasih Kemenpar,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Pebrialin, Minggu (30/4).

Penyelenggaraan Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam, Kepri, membawa dampak positif untuk pariwisata Indonesia. Ekonomi Batam pun langsung berdetak kencang. Rental bus, hotel, restoran, pengisi acara, sampai ke panti asuhan dan anak yatim, semua ikut merasakan impact positif even yang digelar Kemenpar itu. Semuanya langsung memberi emoji tiga jempol untuk Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam.

Setiap akhir pekan menyapa, sejatinya Batam sudah sangat crowd dengan serbuan wisman Singapura. Sebanyak 34 ribu kamar hotel yang ada di Batam, hampir bisa dipastikan selalu fully booked. Libur panjang akhir pekan ini pun juga sama. Semua kamar hotel full.

Ditambah lagi, ada Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder yang menyapa. Batam makin terlihat seksi. Tua-muda, laki laki-perempuan asal Sngapura, semua berlomba-lomba memesan paket berlibur di Batam.

Masyarakat Batam pun seperti ketiban durian runtuh. Detak perekonomian langsung berdetak kencang. Warung makanan, warung kopi, toko kelontong, sampai hotel, kewalahan menerima pesanan.

Golden View Hotel misalnya. Hotel yang dijadikan tempat menginap 900 wisman Singapura yang menyaksikan Konser Wali itu penuh.

Enam pilihan kamar yang tersedia dari mulai Superior room, Deluxe room, Family room, Suite room, Grand Suite dan Chalet, habis dipesan wisman Singapura.

“Semua penuh sampai tanggal 1 Mei. Ini berkah besar bagi kami,” tutur Sekretaris GM Golden View Hotel, Rossy Tobing.

Restoran yang berada di sekitar Golden View Hotel juga ikutan sumringah. Setelah konser Wali, Ballroom Golden Prawn Seafood Restaurant dibooking khusus oleh wisman asal Singapura. Bahkan, mereka sampai rela membayar marching band hanya untuk mengantarkan perjalanan mereka dari hotel menuju lokasi santap malam di Golden Prawn Seafood Restaurant.

“Dan mereka juga ikut membayar pajak hotel dan restoran loh. Itu belum termasuk belanja. Kalau masing-masing mengeluarkan Rp 1,5 juta per hari, sudah berapa uang yang dikeluarkan mereka selama di Indonesia. Ditambah lagi ada misi sosialnya. Ratusan wisman Singapura ini juga ikut memberi sumbangan ke panti asuhan dan anak yatim di Batam. Efek dominonya sangat besar,” timpal Visit Indonesia Toursim Officer (VITO) Singapura, Sulaiman Sulaiman Shehdek, yang ikut mengkoordinir mobilitas 900 wisman Singapura tadi.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar sampai ikutan nimbrung mengawal acara. Dia mengaku sangat happy. Semua lini langsung mencicipi manisnya Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam.  “Tidak sia-sia, festival ini sukses dan berimbas mendatangkan wisman. Sangat konkret,” kata Buralimar.

Menpar Arief Yahya juga ikut memberikan jempol. Lewat skema pengaturan dan koordinasi yang lumayan menyita waktu dan perhatian, hasilnya ternyata sangat booming. “Ini sangat bagus. Pelaksanaannya lancar, tidak ada hambatan, dan semua puas dengan Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam,” katanya.

Apalagi, Wonderful Indonesia Music Festival Crossborder Batam juga berimbas pada Batam. Suasana Batam menjadi lebih ramai, heboh, dan hidup. Ekonomi masyarakat pun ikut terdongkrak. Bahkan, ada permintaan agar event seperti ini jangan berhenti di tengah jalan.

“Cross border tourism itu pasar yang sangat potensial. Tinggal bagaimana daerah membangun destinasi di wilayahnya, agar lama hari tinggal wisman dari negeri tetangga lebih panjang. Semakin banyak orang berwisata, semakin maju daerahnnya, semakin makmur masyarakatnya,” kata Arief Yahya. (*)

Respon Anda?

komentar