Sejumlah pekerja sedang mengerjakan pengaspalan di jalan Fisabilliah Batamcenter, Jumat 95/5). Pemko Batam terus melakukan pembangunan infrastruktur dalam menunjang pebangunan Kota Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kementrian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahaan Rakyat (Pera) akan mengelontorkan ratusan miliar untuk perbaikan sejumlah infrastruktur dan penyediaan air di Batam. Khusus untuk perbaikan dan pelebaran jalan, Kemenpera menyiapkan Rp 130 miliar, namun anggaran itu diberikan secara bertahap melalui Balai Pelaksanan Jalan Nasional IV Ditjen Bina Marga.

Kepala Balai Pelaksanan Jalan Nasional IV Ditjen Bina Marga Junaidi mengatakan anggaran Rp 130 miliar itu nantinya digunakan untuk perbaikan dan pelebaran jalan sepanjang 170 KM di seluruh Batam. Untuk tahun ini, program yang dilaksanakan adalah preservasi rehabilitasi jalan Tanjung Uncang – Simpang Kabil – Nongsa – Tembesi – Pulau Galang.

“Rp 130 miliar itu lingkupnya pemeliharaan dan pelebaran jalan. Tahun ini rencanannya digelontorkan Rp 18 miliar, untuk perbaikan beberapa jalan,” terang Junaidi di Sekupang, Jumat (5/5) pagi.

Pelebaran jalan juga akan dilakukan di Simpang KDA dan daerah lainnya. Termasuk pembaikan jembatan Tengku Fisabilillah atau jembatan 1 Barelang. Serta pemeliharaan sejumlah jalan nasional.

“Jembatan Barelang ada rehab sedikit karena kabelnya bermasalah. Kita perbaiki tahun ini. Selain itu ada pemeliharaan jalan-jalan,” imbuhnya.

Kemenpera juga mengelontorkan dana untuk ketersediaan air di Batam. Dimana saat ini ada proses pembangunan Waduk Sei Gong di Kecamatan Galang. Pembangunaan waduk ini diperkirakaan menghabiskan anggaran Rp 340 miliar.

“Waduk Sei Gong sedang dalam proses. Mudah-mudahan bisa untuk menangulangi kebutuhan air di Batam,” terang Junaidi.

Tak hanya itu, pemerintah pusat juga memperhatikan infrastruktur pariwisata di Batam, sehingga bisa menarik wisatawan lebih banyak lagi. Bahkan Kementrian sudah menyiapkan berbagai program pendukung pariwisata dari hulu hingga hilir.

“Perbaikan infrastruktur khususnya di daerah destinasi pariwisata,” pungkas Junaidi. (she)

Respon Anda?

komentar