batampos.co.id – Camat Tambelan Akhyarudin, mengungkapkan kurangnya pasokan listrik menjadi persoalan utama yang di keluhan oleh warga saat ini. Sebab selama 27 tahun warga belum bisa menikmati listrik 24 jam. Hanya bisa merasakan manfaat listrik di malam hari.

“Listrik yang paling dibutuhkan warga disini (Tambelan, red). Sebab dari tahun 1990 sampai sekarang kami hanya bisa merasakan listrik hanya di malam hari. Sedangkan dari pagi, siang hingga sore, listrik selalu mati,” jelas Akhyarudin, Minggu (7/5).

Ia menuturkan umumnya listrik hanya bisa dinikmati dari pukul 17.00 WIB, hingga pukul 06.30 WIB. Sementara dari pukul 06.30 WIB, hingga pukul 17.00 WIB, listrik kembali mati.

“Selama seminggu, listrik hanya bisa mengalir selama 24 jam cuma dihari Minggu saja. Selebihnya tetap mati,” sambungnya.

Akhyarudin mengatakan kondisi ini, tentunya sangat memperihatinkan. Pasalnya listrik ini mati pada saat berlangsungnya aktifitas yang umum dilakukan oleh masyarakat.

“Sangat miris lihatnya. Mau nonton susah, mau masak nasi susah, mau charger ponsel pun susah. Ngapa-ngapain pokoknya susah. Apalagi warga disini hampir semuanya sudah memakai elektronik,” terangnya.

Meskipun demikian, lanjutnya untuk yang berkaitan dengan pelayanan publik, seperti kantor camat, kantor desa, serta sekolah-sekolah, sejauh ini tidak mengalami gangguan. Sebab sudah diantisipasi dengan mengandalkan mesin genset yang sudah tersedia dimasing-masing tempat.

“Insyaa Allah pelayanan publik masih berjalan normal. Karena didukung mesin genset ukuran 30 KPA, yang berjumlah 17 unit. 8 untuk sekolah, 8 untuk kantor desa, dan 1 untuk kecamatan,” ungkapnya.

Akhyarudin berharap Pemkab Bintan, bisa segera mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan listrik tersebut. Sebab listrik ini merupakan kebutuhan utama yang paling mendesak bagi masyarakat Tambelan saat ini.

“Kami sudah sampaikan ini kepada Bupati Bintan. Mudah-mudahan masalah ini bisa menjadi prioritas dari pemerintah daerah untuk diselesaikan secepatnya. Sehingga warga dapat segera menikmati listrik seutuhnya,” imbuhnya.

Sementara itu Bupati Bintan Apri Sujadi, membenarkan persoalan listrik masih menjadi kendala bagi warga Kecamatan Tambelan. Pasalnya listrik PLN Rayon Tambelan yang melayani 800 rumah tangga, hanya mampu mengaliri listrik ke rumah warga selama 12 jam per hari, dan itu hanya di malam hari.

“Dari hasil kunjungan kerja selama tiga hari kemarin, warga menyampaikan sangat membutuhkan lsitrik. Mereka ingin listrik menyala 24 jam sehari,” kata Apri belum lama ini.

Apri menuturkan persoalan listrik ini, akan segera disampaikan ke Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Mengingat sektor energi sudah diambil wewenangnya oleh Pemerintah Provinsi.

“Segera akan kami tindaklanjuti. Mudah-mudahan listrik ini bisa secepatnya dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat,” ungkapnya. (cr20)

Respon Anda?

komentar