Roro Dabo-Kualatungkal Semakin Banyak Peminat

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Yusrizal mendapati peningkatan volume penumpang Roll on Roll (roro) jalur Jago – Kualatungkal. Selain itu, peningkatan tersebut juga diikuti dengan mempermudah barang masuk dan keluar Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

“Ada peningkatan volume punumpang begitu juga dengan jumlah kendaraan yang lalulalang,” ujar Yusrizal kepada Batam Pos, Senin (8/5) pagi.

Menurut Yusrizal, terbukanya jalur Roro dengan rute Dabo – Kualatungkal dan sebaliknya ini, diharapkan dapat mempermudah laju pertukaran barang sehingga berdampak pada penekanan harga yang rendah. Kondisi tersebut, aku Yusrizal, tentunya berlaku otomatis mengingat biaya transportasi semakin murah.

Yusrizal mengungkapkan semakin banyak barang holtikultura yang masuk dari Jambi ke Kabupaten Lingga melalui jalur roro ini. Tentunya lebih murah dibanding melalui jalur laut dengan kapal lainnya.

“Semestinya ketersediaan transportasi ini (Roro, red) dapat membantu pembisnis menekan biaya transportasi dan berujung pada penurunan harga barang di pasaran,” ujar Yusrizal.

Namun pendapat yang di sampaikan Yusrizal bertolak belakang dengan kondisi harga barang holtikultura yang ada di pasaran Kabupaten Lingga saat ini. Kondisi harga masih saja sama dengan kondisi sebelumnya.

Yusrizal juga mengaku heran dengan harga barang saat ini yang masih sama baik barang yang masuk menggunkan roro dengan barang yang datang dari pelayaran lainnya. Bahkan Yusrizal mengharapkan operasinya roro tersebut dapat menekan lonjakan harga bahan pokok dan holtikultura di pasaran Kabupaten Lingga.

“Sebetulnya saya juga heran kok harga masih tetap sama,” ujar Yusrizal.

Roro melayani rute Dabo – Kualatungkal telah berjalan selama dua bulan. Roro dengan rute tersebut melayani masyarakat sebanyakdi dua kali dalam satu Minggu. Untuk keberangkatan dari Dabo menuju Kualatungkal akan dilayani pada Kamis malam jumat sekitar pukul 07.00 serta malam Minggu malam Senin. (wsa)

Respon Anda?

komentar