batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak masyarakat untuk menyemarakkan kembali kegiatan gotong royong di lingkungan masing-masing. Gotong royong merupakan budaya Indonesia yang semangatnya harus semakin menggelora.

“Masyarakat Kepri harus hidup bahu membahu, bergotong royong, selalu dalam kebersamaan dan kekeluargaan,” kata Gubernur, di Tanjungberlian, Kecamatan Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Selasa (9/5).

Gubernur hadir bersama Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Cucu Sumantri, sempena Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Mayarakat (BBGRM) 14, Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK 45, Geranakan Nasional Indonesia Bersih (GNIB) disejalankan dengan TNI Manunggal KB Kes serta Kampung KB se-Provinsi Kepri tahun 2017 di Tanjungberlian, Kecamatan Kundur Utara.

Kegiatan ini berlangsung selama sebulan dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran masyarakat berdasarkan kebersamaan menuju penguatan integritas sosial dalam pengentasan kemiskinan. Bidang kegiatan itu antara lain ekonomi kemasyarakatan, sosial budaya dan agama, pelayanan kesehatan, gotong royong dan pembangunan RTLH.

Tampak hadir pada kesempatan itu Sekdaprov Kepri yang juga Ketua Pelaksana H TS Arif Fadillah, Wakil Bupati Karimun Anuar Hasyim, Danrem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Totor Wendi Hartanto, Ketua Dekranasda Kepri Ibu Hj Noor Lizah Nurdin Basirun, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kepri Risma Rini Arif Fadillah, tokoh masyarakat dan masyarakat yang hadir pada pencanangan itu.

Gubernur Nurdin mengajak dalam kegiatan bersih membersih, sebagai daerah kepulauan, laut Kepri harus terjaga kebersihannya. Laut merupakan tempat kehidupan sosial kemasyarakatan. Juga untuk pertahanan dan keamanan.

“Dengan pencanangan ini di pulau-pulau, mari bersama kita jaga kebersihan laut. Jangan buang sampah di laut,” kata Nurdin.

Menurut Gubernur, potensi laut sangat besar. Dalam catatan Kemenko Maritim, ada potensi Rp 20 triliun dari laut Indonesia. Potensi terbesar, kata Nurdin, ada di Kepulauan Riau.

“Harus ada terobosan untuk memaksimalkan potensi itu. Apalagi jika kita lakukan semuanya dengan kebersamaan dan gotong royong,” kata mantan Bupati Karimun dua periode ini.

Dalam pada itu, Pangdam Mayjen Cucu Sumantri mengatakan, kegiatan ini merupakan program yang bertujuan memelihara kesinambungan dan kebersamaan sebagai basis ketahanan nasional. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

“Kesejahteraan masyarakat merupakan aspek penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan,” kata Pangdam.

Menurut Pangdam, TNI juga punya komitmen kuat untuk menyehatkan masyarakat. Pencanangan KB dan Kampung KB harus serius dilakukan dalam menunjang semua itu. (bni)

Respon Anda?

komentar