Iklan
Tol Laut sedang sandar di pelabuhan Tarempa kemarin. F. Syahid/batampos.

batampos.co.id РUntuk menekan harga bahan pokok di Anambas yang tergolong masih tinggi atau mahal, nakhoda kapal tol laut Romi Supriyadi, menyatakan pihaknya siap menjembatani masyarakat dengan pemilik toko di Jakarta. Sehingga nantinya harga barang pokok bisa  menjadi murah.

Iklan

“Ayo semua pengusaha kecil bersatu, dan mengusulkan surat ke Disperindag, agar belanja langsung ke Jakarta yang harganya jauh lebih murah dengan menggunakan angkutan kapal tol laut,”ujar Romi.

Pengusaha yang beralasan tingginya biaya bongkar muat itu salah besar. Menurut Romi itu hanya alasan saja yang kerap dilontarkan para pengusaha di Anambas, agar tidak menurunkan harga barang pokok.

“Itu hanya modus saja agar para pengusaha tetap menjual barang tinggi. Masyarakat tidak tahu itu. Tol Laut ini berguna untuk masyarakat,” ungkapnya kepada wartawan Selasa (9/5).

Romi menguraikan, program Tol Laut yakni untuk mengurangi disparitas harga dan menstabilkan kebutuhan pokok di daerah perbatasan, terluar dan tertinggal. Biaya angkut Tol Laut sudah disubsidi oleh Pemerintah Pusat, sehingga ongkosnya menjadi Rp 273 ribu perton.

“Ini sangat murah jika dibandingkan dengan kapal cargo yang tarifnya mencapai Rp500 ribu per ton. Itu masih diluar biaya bongkar muat,” ungkapnya.

Dengan Tol laut, biaya muat kekapal menggunakan crane tidak bayar, sama halnya untuk membongkar tidak bayar lagi. Jadi biaya Rp 273 ribu itu sudah mencakup seluruhnya. (sya)