Jembatan Batam-Tanjungsauh Masuk Kajian Pemerintah

454

batampos.co.id – Jembatan Batam – Tanjungsauh menjadi rencana awal dari rancangan jembatan tol Batam – Bintan. Setelah masuk dalam rencana kerja pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2015, maka proyek ini masuk dalam kajian dan direncanakan akan dibangun dengan menggunakan dana pinjaman dari luar negeri.

“Sebenarnya proyek ini sudah memiliki Detail Engineering Design (DED) sejak 2004, namun saat itu tidak ada investor yang tertarik untuk membangunnya,” kata Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Kamis (11/5).

Saat itu anggaran pembangunannya mencapai Rp 1,5 triliun. BP Batam saat ini ngotot menawarkannya kesana kemari, tapi memang tak ada yang tertarik. Penyebabnya adalah pengembalian modal yang lama dan status Tanjungsauh yang tidak memiliki sama sekali insentif dan sektor yang bisa diolah menjadi laba keuntungan.

Sebelumnya Tanjungsauh memang direncakan menjadi pelabuhan transhipment, namun hal ini tak kunjung direalisasikan. Pada awalnya, Tanjungsauh masuk dalam wilayah kerja BP Batam sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 1984, namun pada saat keluarnya PP Nomor 46 Tahun 2007 dan PP Nomor 5 Tahun 2011, wilayah ini sama sekali tidak masuk dalam kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ).

“Tanjungsauh dulu juga ditawarkan. Namun karena tidak termasuk dalam wilayah FTZ yang menawarkan banyak insentif, investor jadi ragu menanam modal pembangunan pelabuhan,” tambahnya.

Meskipun begitu, pembangunan jembatan tol Batam – Tanjungsauh dipandang sangat penting karena merupakan infrastruktur pendorong percepatan ekonomi karena menghubungkan langsung Batam menuju Bintan.

Jembatan Batam – Tanjungsauh merupakan jembatan pertama yang direncakan akan memiliki panjang sekitar 2 kilometer. Jika jembatan pertama terealisasi, kemudian dari Tanjungsauh akan dibangun jembatan kedua menuju Pulau Bulu dengan panjang sekitar 4 kilometer dan terakhir adalah jembatan dari Pulau Bulu menuju Bintan dengan panjang 1 kilometer.

“Makanya kami upayakan supaya kawasan Tanjungsauh juga masuk dalam kawasan FTZ untuk memudahkan pembangunan jembatan dan pelabuhan disana,” pungkas Robert. (leo)

Respon Anda?

komentar