Pengunjung belanja di stan Jazz dan Fashion di Radisson Hotel, Batamcentre, Sabtu (13/5). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kemeriahan ajang Batam Jazz and Fashion (Bajafash) 2017 yang digelar di Hotel Radisson, Sabtu (13/5) dihadiri desainer lokal Batam dan asal Jakarta. Desainer menampilkan karya terbaiknya mulai dari batik, kebaya, aksesoris hingga pernak- pernik Bajafash.

Seperti yang ditampilkan desainer Decy Ramona yang mengedepankan desain printing batik Toraj, yang dikombinasikan dengan pola moderen dan sesuai dengan selera pasar yang tengah digandrungi.

“Saya sengaja mengangkat tema tradisional, tujuannya agar tetap dikenal untuk membuatnya lebih hidup makanya ada perpaduan yang gaya moderen,” kata Decy Ramona.

Pemilihan Batik Toraja ini sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Indonesia. “Salah satunya melalui fashion ini,” sebutnya.

Selain fashion, acara Bajafash ini juga menghadirkan talkshow bersama band indie yang beraliran jazz yakni Lightcraft dan Ikkubaru.

Sementara itu Ketua Panitia Bajafash, Dina mengungkapkan kolaborasi fashion dan jazz baru pertama kali digelar ini disambut antusias oleh pecinta jazz dan fashion.

“Ini akan sangat memukau ketika alunan jazz dimainkan dan model mulai memperagakan busana karya desainer,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Bajafash kali ini juga mengusung tema Budaya Melayu. “Bajafash milik kita bersama, karena itu ayok dong kita dukung acara ini. Kami optimis Batam bisa punya ajang seperti Jakarta jazz ke depannya,” kata perempuan berkacamata ini.(cr17)

Respon Anda?

komentar