3 Atlet Kenya Raih Kemenangan

179
Bupati Bintan Apri Sujadi, melepas pembukaan perhelatan Ecorun Mapur Island 2017, yang diikuti 47 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri, di Pulau Mapur, Sabtu (13/5). F Choky Nainggolan/Batam Pos

batampos.co.id – Tiga atlet dari asal negara Kenya berhasil meraih kemenangan dalam perhelatan Ecorun Mapur Island di Pulau Mapur Kecamatan Bintan Pesisir, Sabtu (13/5).

Ketiga pria berkulit hitam ini berhasil mencapai garis finish dengan melewati rute jalan terjal yang menempuh jarak 5 Kilometer dengan waktu 30 menit.

Diantaranya, juara pertama dimenangkan Steven Cho, 32, disusul juara 2 diraih Gilbert Mugin 29, serta posisi ketiga direbut Samson Karega Kamau, 28.

Sedangkan untuk kategori putri, seluruhnya berhasil dimenangkan pelari wanita dari komunitas Batam Free Atlet diantaranya, juara satu diraih Ratna Dewi Susanti 31, dilanjutkan dengan raihan posisi dua direbut Rebonis 28, serta posisi ketiga diraih Tita Amin, 26.

Para pemenang ini mendapatkan tropi penghargaan, serta uang pembinaan jutaan rupiah yang diberikan langsung oleh Bupati Bintan Apri Sujadi, yang turut hadir membuka perlombaan yang berlangsung selama dua hari tersebut.

Steven Cho mengaku senang dengan digelarnya perhelatan lomba lari perdana yang mengangkat nuansa pariwisata tersebut.

Steven mengaku baru pertama kali mengikuti kompetisi lomba lari yang menghadirkan tantangan dengan melewati medan berbukit ditambah jalanan berpasir di tepi pantai.

“Saya baru pertama kalinya mengikuti lomba lari yang menantang seperti ini. Betul-betul melelahkan. Medannya juga lumayan berat, ditambah lagi cuacanya juga cukup ekstrim,” ungkapnya, Minggu (14/5).

Hal yang sama juga diungkapkan Ratna Dewi Susanti. Ia mengaku sangat tertantang untuk menyelesaikan perlombaan Ecorun Mapur Island.

Meskipun banyak menghabiskan tenaga untuk menyelesaikan rute sejauh lima Kilometer, namun semua rasa lelah yang dirasakan sedikit terobati karena, pemandangan di Mapur betul-betul menghadirkan keindahan alam yang mempesona.

“Ini baru pertama kalinya ikut kompetisi lari di Bintan. Tantangan rutenya sangat ekstrim. Tapi bagus, sebab nuansa alam yang disuguhkan sangat indah, karena melalui jalan pasir di tepi pantai,”

Dewi berharap acara seperti ini bisa terus berlanjut, hingga seterusnya, dengan menghadirkan lebih banyak lagi peserta, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Mudah-mudahan tahun ke tahun acara ini bisa dilaksanakan lagi. Kegiatannya sangat positif dan sangat mengacu adrenalin,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Ecorun Mapur Island, Andrinal mengatakan penyelenggaraan lomba lari yang perdana digelar ini bertujuan untuk mengenalkan potensi pariwisata di Pulau Mapur kepada masyarakat luas.

Selain itu juga, panitia berharap dengan penyelenggaraan Ecorun ini bisa menumbuh kembangkan kecintaan masyarakat terhadap ekosistem alam yang sudah semestinya dijaga dan dirawat sebagai suatu anugrah yang dikarunia sang pencipta.

“Memang untuk penyelenggaraan Ecorun Mapur Island ini, masih banyak kekurangan. Karena penyelenggaraan ini kami laksanakan atas swadaya dari masyarakat dengan dinas terkait di Pemerintah Daerah Bintan,” terangnya.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan dampak positif untuk kemajuan wisata Bintan,” imbuhnya. (cr20)

 

Respon Anda?

komentar