Delapan Negara Rayakan Tri Suci Waisak di Lagoi Bay

163
Master Zhong Yang memimpin doa keselamatan untuk Indonesia dalam perayaan Tri Suci Waisak 2561 BE di Plataran Plaza Lagoi Bay, Minggu (14/5). F. Harry Suryadi Putra.

batampos.co.id – PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) bersama Walubi Kepri menggelar perayaan Tri Suci Waisak 2561 BE di Plataran Plaza Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Lagoi, Kabupaten Bintan, Minggu (14/5).

Momen bersejarah ini dimeriahkan oleh seluruh umat Budha yang berasal dari delapan negara. Yaitu Indonesia, Taiwan, Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Kamboja dan Myanmar.

Kegiatan yang mengusung tema “Memahami Kebhinekaan Dalam Kebersamaan” ini tak hanya sekedar menaja ritual keagamaan saja. Melainkan juga menampilkan berbagai kreasi seni dan budaya anak bangsa. Mulai dari penampilan musikalisasi dari Yayasan Buddha Dharma Kepri, tarian kreasi dari murid TK,SD, dan SMP serta perhelatan budaya lainnya.

Group General Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab mengatakan perayaan Tri Suci Waisak yang digelar Walubi dan Yayasan Buddha Dharma Kepri di Lagoi Bay merupakan sebuah kebanggaan bagi PT BRC. Sebab kegiatan keagamaan ini sekaligus menjadi event religi tourism di Kabupaten Bintan.

“Sudah ketiga kalinya event ini digelar di Lagoi Bay. Dampaknya sangat mengagumkan karena tak hanya penduduk lokal saja yang hadir melainkan wisatawan dari negara lainnya juga ikutserta meramaikannya,” ujar Wahab.

Kedepannya, kata Wahab program perayaan hari kegamaan ini akan dikemas sedemikian menarik kedalam event religi torism. Dengan prodak wisata inilah akan menjadi daya tarik baru untuk menarik kunjungan wisatawan baik mancanegara dan lokal ke Kabupaten Bintan.

“Mulai dari perayaan keagamaan umat Buddha, Islam, Kristiani, Hindu, Konghucu dan lainnya akan dihadirkan disini. Harapannya dengan acara ini mampu menyumbang angka kunjungan wisatawan ke Bintan,” sebutnya.

Ketua Walubi Kepri, Hengky Suryawan mengatakan Kepri telah mendapatkan penghargaan kerukunan antar umat bergama ketiga nasional dari Kementerian Agama (Kemenag). Dengan prestasi itu membuktikan provinsi yang memiliki tujuh kabupaten/kota ini memiliki toleransi terhadap keagamaan yang sangat erat.

“Kami sangat senang dan bangga tinggal di Kepri. Karena antar umat beragama tidak ada saling gesekan melainkan saling memiliki toleransi dan harmonis,” katanya.

Umat Buddha, kata Hengky sangat menjunjung sinergitas dengan umat beragama lainnya. Maka, melalui perayaan Tri Suci Waisak inilah Walubi dan Yayasan Buddha Dharma menggelar berbagai acara bersama umat agama lainnya untuk mempererat hubungan silahturahmi.

Bahkan, lanjut Hengky awalnya di Kepri memiliki tujuh majelis keagamaan. Namun sekarang Kepri sudah memiliki 10 majelis keagamaan. Melalui perkembangan inilah akan membuat provinsi ini lebih memiliki warna warni disektor religi.

“Event ini akan kami buat lebih meriah lagi kedepannya. Bahkan umat Buddha dari seluruh belahan dunia akan kami hadirkan kesini untuk mensukseskannya,” bebernya.

Sementara itu Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan perayaan Tri Suci Waisak ini bukti dari keragamaan, kebersamaan dan keindahaan seluruh suku bangsa dan budaya di Indonesia. Sebab semua penduduk yang berbeda agama hadir untuk menyemarakkan acara ini.

“Bermacam-macam suku bangsa, budaya, agama ada dalam acara ini. Jadi ini membuktikan kerukunan antar umat terjalin sangat indah dan bagus,” ungkapnya.

Nurdin berharap kerukunan antar umat bergama di Kepri semakin erat lagi. Sehingga bisa menjadi modal utama dalam mempupuk persatuan dan kesatuan bagi kekuatan bangsa Indonesia.

Bahkan, kata Nurdin Kepri bisa menjadi wilayah garda terdepan karena memiliki solidaritas antar sesama yang tinggi di negara ini. Kemudian juga akan memiliki tingkat pembangunan yang lebih sejahtera.

“Inilah indahnya Indonesia. Terdiri beribu-ribu pulau, ragam suku bangsa dan budaya tetapi tetap satu jua. Inilah yang akan menjadi modal dasar kita untuk meningkatkan pembangunan daerah,” pungkasnya. (ary)

Respon Anda?

komentar