Air Terjun Jelutung Tingkatkan PAD Lingga Rp 2,4 Triliun Pertahun

240

batampos.co.id – Plt Kabag Humas Pemkab Lingga, Sabirin menyampaikan hasil Forum Group Discussion (FGD) mengenai air bersih di Kabupaten Bunda Tanah Melayu. Ternyata, air terjun Jelutung, Desa Mentuda, Kecamatan Lingga, dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Lingga hingga mencapai Rp2,4 triliun per tahun.

“Potensi pendapatan dari air bersih air terjun Jelutung mencuat dalam FGD setelah disampaikan Bupati Lingga Alias Wello belum lama ini di Batam,” ujar Sabirin, Senin (15/5) pagi.

Lebih lanujut Sabirin menyampaikan ungkapan Bupati Lingga terkait potensi penambahan pendapatan dari air bersih alami di Kabupaten Lingga, penambahan pendapatan sebesar Rp 2,4 triliun dalam setahun itu berasal dari perkalian yang sederhana. Air terjun Jelutung mengalirkan air bersih sebanyak enam ribu liter perdetik dikalikan harga air minum yakni Rp 13 ribu permeter kubik.

Perkalian tersebut, lanjut Sabirin, membuktikan kebenaran jika air terjun Jelutung diberdayakan dengan baik dan benar akan menambah pundi-pundi pendapatan Kabupaten Bunda Tanah Melayu. Yang nantinya pertumbuhan ekonomi tersebut dapat dirasakan masyarakat.

Proyeksi pengembangan air bersih tersebut juga bukan tidak berlandaskan survei dan hasil kajian yang mendalam. Sabirin mengatakan kalau Pakar air dari Pusat Teknologi Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Arie Herlambang mengakui, kualitas dan mutu air terjun Jelutung di Pulau Lingga terbaik dari beberapa sumber air minum yang pernah ditemuinya di berbagai daerah di Indonesia.

“Menurut Arie, selama ini masyarakat hanya mengenal air pegunungan Slamet di Jawa Tengah dan pegunungan Bogor di Jawa Barat yang terbaik. Ia memiliki kandungan TDS (Total Dissolved Solid) 10 dan 40. Sementara air terjun Jelutung TDS-nya hanya tiga. Air minum seperti ini sangat baik untuk kesehatan dan bisa langsung diminum, tanpa perlu pengolahan lagi,” ujar Sabirin

Sementara itu lanjut Sabirin, ahli perpipaan bawah laut, Alex Agung Mardwiyanto, memberi apresiasi atas gagasan Bupati Lingga, Alias Wello untuk menyalurkan air minum dari Lingga ke Batam, Bintan dan sekitarnya melalui sistem pipanisasi bawah laut.

Dari perhitungan yang diungkapkan Alex, berdasarkan hasil perhitungan jarak yang dilakukannya, panjang pipa yang dibutuhkan untuk menyalurkan air minum dari Lingga ke Batam mencapai 120 kilometer. Ia memperkirakan, total biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan pipa bawah laut sepanjang 120 kilometer mencapai angka sekitar Rp500 miliar. (wsa)

Respon Anda?

komentar