Lima Bulan Pertama Batuaji Bebas DBD

ilustrasi

batampos.co.id –  Penyebaran penyakit demam berdarah dangue (DBD) di Batuaji mulai berkurang. Sepanjang tahun 2017 ini belum ada pasien DBD yang berobat di Puskesmas Batuaji.

Kepala Puskesmas Batuaji Fitriati mengapresiasi hal tersebut. Pencapaian itu membuktikan bahwa kesadaran warga Batuaji untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan mulai membaik. “Tahun sebelumnya cukup banyak dan alhamdulillah, tahun ini masih bersih,” ujar Fitriati di kantor Camat Batuaji,  Minggu (14/5).

Curah hujan yang cukup tinggi serta perubahan musim yang tak menentu selama ini sebenarnya menjadi ancaman serius bagi warga dengan penyebaran penyakit DBD. Namun sampai pertengan Mei ini wilayah Batuaji sebut Fitriati masih aman dari penyebaran penyakit DBD. “Itu karena selain kedaran warga mulai membaik, kami juga sudah mengaktifkan juru pemantau jentik (Jumantik) di masing-masing kelurahan untuk mengawasi dan membasmi penyebaran dan perkembangan nyamuk (aedes aegepty) sebagai sumber penyakit DBD,” ujar Fitriati.

Jumantik yang dibentuk oleh pihak Puskesmas itu, kata Fitrianti memilik peran yang penting untuk menenkan atau mencegah penyebaran BDB. Satu kelurahan dengan empat kelompok jumantik akan secara rutin mengawasi lingkungan tempat tinggal mereka agar bersih dari perkembangan jentik. Selain menjadi contoh mereka akan rutin membasmi jentik-jentik nyamuk yang menjadi sumber penyakit selama ini. “Satu kelompok ada sekitar 20 peserta dan saat ini sudah ada di seluruh kelurahan. Satu kelurahan ada yang sampai empat kelompok,” tutur Fitriati.

Camat Batuaji Fridkalter mengapresiasi pencapaian itu. Selain menghimbau warga agar tetap waspada dan terus menjaga pola hidup sehat, pihak kecamatan yang mewakili pemerintah kota Batam juga akan terus berupaya keras untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap membuat lingkungan tempat tinggal warga jadi kurang sehat.”Kami juga akan terus mengajak warga untuk rutin melakukan gotong royong membersihkan parit atau lingkungan tempat tinggal. Mari sama-sama kita hilangkan kebiasaan buang sampah ke parit,” imbau Fridkalter. (eja)

Respon Anda?

komentar