Pelabuhan Sijantung Belum Dimanfaatkan

DPRD Batam: Jangan Sampai Anggaran pembangunan Terbuang Sia-sia

229

batampos.co.id – Pembangunan Pelabuhan Sijantung di Kecamatan Galang telah selesai dilakukan sejak 2016 lalu. Namun hingga saat ini, pelabuhan yang tujuan awalnya untuk memperpendek jalur pelayaran Batam – Lingga itu, tidak juga dioperasionalkan.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak menilai, pembangunan pelabuhan ini tidak sesuai perencanaan awal. Padahal, Pemko Batam bersama Pemerintah Provinsi Kepri telah mengkucurkan anggaran yang tidak sedikit untuk pembangunannya.

“Jangan sampai uang yang telah kita keluarkan miliaran rupiah ini sia-sia. Harus ada manfaat bagi masyarakat,” kata Jefri, saat laporan pertanggungjawaban dengan Dinas perhubungan Kota Batam, kemarin.

Politisi PKB itu mengaku harus ada perencanaan yang matang oleh Wali Kota dan Gubernur. Jangan sampai ketika tidak dimanfaatkan malah akan menjadi temuan yang beresiko terhadap pembangunan. Terutama dalam percapaian target RPJMD Wali Kota.

“Supaya dalam membangun, proses kegiatan dengan anggaran memiliki outcome bagi masyarakat,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas perhubungan (Dishub) Kota Batam, Yusfa Hendri mengaku Pelabuhan Sijantung merupakan program propinsi. Termasuk anggarannya dan penyediaan transportasi penghubung Batam-Galang menjadi kewenangan Provinsi Kepri.

“Batam hanya diminta mensuport ponton di laut. Sedangkan pengelolaannya domain provinsi,” kata Yusfa.

Dishub sendiri, katanya, berharap pelabuhan Sijantung bisa dimanfaatkan. Apalagi dengan dibukannya jalur tersebut semakin mempermudah wisatawan masuk ke Batam. Sehingga perekonomian Batam pun ikut mengalami kenaikan.

“Namun yang berkembang pelabuhan ini dimanfaatkan untuk angkutan barang, sedangkan untuk orang masih kurang. Padahal dengan adanya pelabuhan inijarak Batam Lingga sendiri jauh lebih dekat,” tuturnya.

Yusfa mengaku tak mengetahui apa yang menyebabkan pelabuhan ini tidak diminati. Namun terkait kekurangan armada transportasi, ia berjanji akan membicarakan dengan pihak terkait, terutama dalam membuka rute trans Batam baru Batam-Galang.

“Tak masalah buka rute baru. Yang penting kita cari jalan keluar bersama-sama,” bebernya.

Untuk saat ini, lanjut Yusfa, pihaknya masih fokus penambahan koridor bus Trans Batam Nongsa-Batamcentre dan Nongsa-Punggur. “Galang-Batam baru ada bus sekolah. Kalau penambahan bus harus dibicarakan dulu dengan stakeholder terkait,” jelasnya. (rng)

Respon Anda?

komentar