Boleh Investasi, Tapi Budaya Daerah Tetap Dijaga

Pantai Padang Melang, Kepulauan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas bisa menjadi objek wisata bertaraf internasional. F.Faradilla/batampos.

batampos.co.id – Festival Padang Melang diakui telah memberi perspektif positif terkait potensi pariwisata Kabupaten Anambas. Sebab itu, kesan baik ini lekas disebarluaskan jauh agar investasi yang diidamkan lekas tercapai. Itu tentu hal baik. Namun, Anggota Komisi III DPRD Kepri, Raja Astagena mengingatkan, investasi yang masuk ke Anambas mesti juga ikut menjaga pelestarian budaya lokal.

“Pada dasarnya, masyarakat tempatan setuju. Tapi ingat, jaga budaya kami. Jangan sampai masuknya investasi lantas merusak tatanan adat yang selama ini sudah terjaga,” kata Astagena, kemarin.

Politisi dari Dapil Anambas-Natuna ini juga mengingatkan, bahwasanya penanaman investasi di Anambas juga haruslah pengusaha yang punya wawasan kepariwisataan yang baik. Sehingga akan sangat mendukung semangat pembangunan pariwisata yang kini sedang bergairah.

“Iya harus itu, investornya harus punya filosofi pariwisata yang baik. Jadi nanti dia pun ketika membangun resort misalnya, sudah tahu resort seperti apa yang diminati wisatawan. Jadi tidak asal bikin saja,” kata politisi dari Fraksi Partai Golkar ini.

Sebelumnya Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menyatakan telah ada diskusi awal dengan pengusaha dari Hongkong, ketika berada di Jemaja, akhir pekan lalu.

Gubernur Nurdin menyatakan, ada sambutan baik dari kedua pihak. Baik dari sisi pengusaha maupun pemerintah daerah. Termasuk di antaranya pembahasan mengenai rencana pembangunan resort dan jaringan komunikasi yang prima di Anambas. Sebab itu, kata Nurdin, pemerintah daerah sebisa mungkin berusaha membantu dan memberi kemudahan terkait regulasi yang akan di hadapi selama menjalankan pembangunan tersebut.

“Para wisatawan yang datang selain menginginkan kentenangan dan kenyamanan tentu juga mengharapkan lancarnya jaringan komunikasi yang ada ada ditempat mereka berlibur,” ujar Nurdin usai pertemuan dengan Frangky Wu, pengusaha yang bernaung dalam Jingsen Design (JSD Group) Sino Indonesia Invesment Group.

Kemudian rencana membangun resor di pulau Mingga oleh investor Hongkong tersebut, Gubernur setuju apalagi marketnya adalah wisata alam, yang menurut Nurdin, dalam tren pariwisata dunia hari ini perlu dikembangkan.

“Jangan terlalu banyak membangun gedung-gedung bertingkat, kita punya aset yang baik terkait alam jadi disitulah kita bangun sarana dan prasarana yang ada yang kemudian dapat dinikmati masyarakat setempat maupun wisatawan juga bisa jadi pemasukan didaerah,” ujar Nurdin.

Dalam waktu dekat ini, Pemprov Kepri akan melakukan kajian lebih lanjut perihal aturan dan regulasi mengenai pembangunan dan investasi di Anambas. (aya)

Respon Anda?

komentar