BP Batam Fokus Industri Potensial Baru

batampos.co.id – Deputi IV Badan Pengusahaan (BP) Batam, Robert Purba Sianipar menegaskan bahwa Workshop Rencana Kerja 2018 dan pengelolaan Kinerja Tahun Anggaran 2017 di Bandung merupakan lanjutan dari rapat kerja BP Batam yang dilaksanakan di Nongsa Point Marina, September 2016 lalu.

“Mengapa dilakukan di Bandung supaya para Eselon II bisa lebih fokus, tidak terganggu dengan pekerjaan rutin,” katanya Selasa (16/5).

Ia juga mengungkapkan selain supaya lebih fokus, fasilitatornya adalah pakar-pakar dari Bandung.

“Dan diharapkan hasilnya lebih baik dan maksimal,” ungkapnya.

Salah satu tujuan workshop yang digelar dari Minggu (14/5) hingga Jumat (18/5) adalah sebagai wadah harmonisasi interaksi perencanaan internal.

Robert mengungkapkan BP Batam berupaya untuk bersikap sesuai arahan dari Presiden Jokowi agar menggunakan anggaran belanja sesuai program prioritas.

“Jadi tidak lagi ‘money follow the function’ tapi ‘money follow the program’. Jadi anggaran BP Batam akan difokuskan untuk mencapai program prioritas,” katanya lagi.

Semua anggaran dan unit kerja di divisi masing-masing seperti di kantor lahan, pelabuhan maupun bandara akan diarahkan untuk mendukung pencapaian program prioritas tersebut.

“Jadi tidak ada lagi unit-unit kerja menyusun program kerja secara sendiri-sendiri. Sekarang semua unit kerja akan saling terkait,” ungkapnya.

Lalu bagaimana strategi pengembangan yang dibahas dalam rapat tersebut. Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengatakan BP Batam akan melakukan strategi promosi yang terarah dan pemberdayaan industri eksisting serta pengembangan industri baru yang berpotensi.

Batam akan ditempa kembali sebagai kawasan industri seperti awal mula pembentukannya. Fokus industri yang akan dikembangkan adalah industri telekomunikasi informasi dan komunikasi, industri kompone pesawat terbang, industri kendaraan bermotor dan suku cadang, industri peralatan medis, dan industri peralatan energi terbarukan.

“Caranya adalah dengan membangun gateway diantara pusat produksi dan pusat kebutuhan. Kemudian mengembangkan Pelabuhan Batuampar jadi pelabuhan transhipment, pengembangan Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) dan offshore banking,” katanya.

Selain itu, BP Batam akan melengkapi dan memajukan industri yang ada seperti industri elektronik dan elektrik, lalu pariwisata, kemudian galangan kapal dan pengilangan sekaligus penyimpanan minyak dan gas.(leo)

Respon Anda?

komentar